Senin, 20 Juni 2022

BPR Mitra Parahyangan Bantu UMKM Bertumbuh Saat Pandemi

PT.  BPR Mitra Parahyangan
BPR Mitra Parahyangan
Kredit: dokpri

Pandemi kemarin benar-benar melulu-lantakan perekonomian. Tidak hanya pedagang kecil, bahkan pengusaha besar pun banyak yang terjengkang. 

Saya sebagai salah seorang pelaku UMKM pun, merasakan imbasnya. Selama ini kami berjualan dimsum secara offline dengan gerobak yang mangkal di depan rumah mertua. 

Sebenarnya dimsum kami sudah mulai ada pelanggannya, tapi pandemi membuat bisnis yang baru ini kembali tersungkur. Setelah pandemi mulai berlalu, kami berniat untuk memulai kembali. Apa daya modal sudah habis terpakai untuk biaya hidup, selama kami tidak jualan. Bingung dunk, mau gimana? Sepertinya kami butuh pendampingan usaha UMKM

BPR Mitra Parahyangan Mendampingi UMKM
Kredit Pelaku UMKM 
: dokpri

UKM dan Pengelolaan Keuangannya

Keuangan para UMKM ini banyak yang bocor. Kebanyakan mereka belum memahami cara mengelola bisnis keuangan. Oleh karena itu, banyak UMKM yang akhirnya mengalami kesulitan modal usaha. Mereka sangat membutuhkan pendampingan usaha UMKM agar bisa membangun kembali bisnisnya. 

Kebiasaan para UMKM ini ketika mendapat sedikit keuntungan, langsung meningkatkan taraf hidup, dan mulai mengubah gaya hidup -nya. Akhirnya mereka kekurangan modal dan mengajukan kredit pada bank-bank penyedia jasa. Ada yang melalui bank umum, ada juga yang melalui Bank Perkreditan Rakyat

BPR merupakan solusi praktis pinjaman UMKM yang sedang membutuhkan tambahan modal. Bik Sumi yang jualan jadi uduk di depan gang pun, bisa mengajukan pinjaman dengan mudah. 

Bank Perkreditan Rakyat menjadi pilihan masyarakat karena ada di setiap kabupaten/kota, persyaratan pengajuan kredit relatif mudah, dan bunganya cenderung ringan. 


Pengertian Bank Perkreditan Rakyat 

Berdasarkan UU No. 10/1998, disebutkan bahwa Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melakukan kegiatan secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah, yang memiliki ruang lingkup lebih kecil dari bank umum.  

Setiap daerah memiliki BPR masing-masing. Bank Perkreditan Rakyat  hanya bisa melayani nasabah dari wilayah tempat BPR berada. Jadi, tidak melayani lintas wilayah. 

Tujuan Bank Perkreditan Rakyat adalah 

1. Untuk memenuhi kebutuhan jasa keuangan masyarakat pedesaan. 

2. Menunjang pertumbuhan ekonomi pedesaan, sehingga petani, nelayan dan masyarakat kecil terhindar dari lintah darat. 

3. Melayani kebutuhan modal masyrakat dengan prosedur pemberian kredit yang mudah dan sederhana. 

4. Membantu masyarakat menabung dengan menyediakan tempat yang dekat dan mudah dijangkau. Tabungan merupakan salah satu produk Bank Perkreditan Rakyat yang harus di disosialisasikan lagi ke masyarakat. Tujuannya agar masyarakat menyisihkan labanya untuk ditabung. 

Tugas Bank Perkreditan Rakyat adalah menerima dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito berjangka, memberikan kredit, menyediakan pembiayaan bagi nasabah. 

BPR Mitra Parahyangan Bantu UMKM
Logo BPR MP
Kredit: dokpri


BPR Mitra Parahyangan

BPR merupakan salah satu cara cepat dapat pinjaman usaha bagi pelaku UMKM. Prosedurnya yang mudah,  syarat yang bisa dipenuhi, serta bunga yang ringan menjadi pilihan masyarakat yang ingin mengajukan kredit usaha. 

Salah satunya adalah PT. BPR Mitra Parahyangan yang bertempat di Bandung. BPR ini mempunya visi ingin menjadi BPR paling bagus dan kuat di Bandung. Mereka juga mempunyai misi untuk mensejahterakan para stakeholder. 

Sebagai sebuah Bank Perkreditan Rakyat, BPR Mitra Parahyangan tidak hanya menggelontorkan modalnya, tapi juga mengajak UMKM melek keuangan. Ketika nasabah mengajukan pinjaman, mereka akan dicek dan ditelaah dulu. 

Pinjamannya mau dipakai buat apa? Apakah untuk membeli alat produksi? Atau hanya untuk keperluan pribadi. Oleh karena itu, BPR MP memberikan pendampingan usaha UMKM bagi nasabahnya. 

BPR Mitra Parahyangan bantu UMKM agar tetap solid menjalankan bisnisnya. Di beberapa kasus, banyak terjadi para UMKM mengajukan pinjaman untuk kebutuhan konsumtif. Sehingga yang terjadi para UMKM ini kehabisan modal usaha. 

Pengecualian pada masa pandemi yang lalu, tentunya. Pengajuan pinjaman ini juga merupakan produk Bank Perkreditan Rakyat yang paling banyak diminati masyarakat. 

Toni Muliadi selalu direktur utama PT. BPR Mitra Parahyangan Bandung, mengatakan bahwa pihaknya memberikan pendampingan bisnis bagi para pelaku UMKM ini. Hingga saat ini mereka sudah melayani sebanyak 18 ribu nasabah. 

Penutup

PT. BPR Mitra Parahyangan atau BPR MP, memiliki makna sebagai berikut: 

Bank terpercaya solusi kuanganmu

P asti selalu menjadi solusi

R ela mengawasi dan mendampingi nasabah

M engerti kebutuhan para mitranya

P programnya terbukti menjadi solusinya masyarakat. 

Dengan penuh komitmen, BPR Mitra Parahyangan bantu UMKM agar terus bertumbuh walau sempat terdampak pandemi. Sebagaimana Bik Sumi yang kembali bersemangat membangun bisnisnya, saya pun kembali bersemangat untuk memulai kembali. 


Jika tambahan modal sudah ditangan, hendaknya masyarakat dan juga saya, memanfaatkannya dengan bijaksana. Dengan memanfaatkan berbagai produk Bank Perkreditan Rakyat, diharapkan kami bisa  membangun dan membesarkan bisnis UMKM yang kami geluti. 

Terima kasih, BPR 


Minggu, 05 Juni 2022

5 Tips Olahraga yang Aman Saat Hamil


Tips Olahraga Aman Saat Hamil
Credits: Dokpri


Olahraga Saat Hamil, Amankah?

Salah satu mitos yang ada di masyarakat kita adalah bahwa tidak boleh berolahraga saat hamil. Alasannya dapat menyebabkan keguguran atau minimal kontraksi dini padaa kandungan. Saya jadi teringat pada pengalaman saat hamil si sulung, Dani. Waktu hamil anak pertama, saya lagi semangat-semangatnya mencari info tentang tips kehamilan sehat dari berbagai sumber. Salah satunya adalah bagaimana agar bisa melahirkan secara normal. 

Melahirkan secara normal masih merupakan pilihan bagi mayoritas ibu yang sedang program hamil. Proses melahirkan yang simpel, serta proses pemulihan yang lumayan cepat menjadi alasannya. Akan tetapi, akhir-akhir ini proses kelahiran normal semakin jarang terjadi. Ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti kondisi fisik ibu hamil, riwayat kesehatan, atau ibu hamil dengan risiko tinggi.

Ada sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa kelahiran caesar atau normal, diputuskan secara tidak bertanggungjawab oleh dokter. Ini merupakan pernyataan yang sangat keliru. Dokter akan sangat mendukung ibu hamil untuk melahirkan secara normal. Akan tetapi, jika riwayat kesehatannya tidak memungkinkan, maka kelahiran akan dilakukan secara caesar. Sebaliknya, jika kehamilan ibu baik-baik saja, maka peluang melahirkan secara normal, sangat bisa dilakukan.  

Nah, salah satu sumber yang saya baca mengatakan bahwa tips saat hamil agar bisa melahirkan secara normal adalah dengan melakukan senan hamil. Gerakan peregangan senam hamil ini dipercaya bisa membantu ibu saat proses kelahiran. Beberapa tetangga di kontrakan saya dulu langsung melarang ketika mengetahui hal ini. Padahal, melakukan olahraga saat hamil sebenarnya tidak apa-apa. 


Tips Olahraga Aman Saat Hamil, yaitu:


Pilih Waktu yang Tepat

Pilihlah waktu yang santai, seperti pagi hari atau sore hari. Saat matahari bersinar tidak terlalu terik. Jangan berolahraga di siang hari. Apalagi jika ibu hamil melakukannya di luar ruangan. Sebaiknya lakukan olahraga ringan di pagi hari, sambil menghirup udara pagi yang segar. Bisa juga ibu hamil melakukan olahraga saat sore hari, sambil mendengarkan musik.


Lakukan Peregangan Ringan

Mulailah kegiatan olahraga dengan melakukan peregangan terlebih dahulu. Bahkan 90% olaharaga yang disarankan untuk ibu hamil, berupa peregangan. Gerakan yang dilakukan, sebaiknya jangan yang sulit-sulit, dan high impact. Cukup lakukan gerakan yoga yang sederhana, dan belajar mengatur pernapasan.


Lakukan Olahrga Ringan


Olahraga Buat Ibu Hamil
Credits: Dokpri


Ada banyak olahraga yang tergolong aman dilakukan oleh ibu hamil. Seperti yoga, berenang, dan senam hamil. Pilihlah jenis olahraga yang sesuai dengan kemampuan fisik. Jangan memaksakan durasi olahraga seperti saat tidak hamil, ya. Oleh karena ada perbedaan melakuka olahraga saat hami, dengan saat tidak hamil. 


Penuhi Asupan Gizi


Jangan lupa jaga asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh ibu hamil. Seorang ibu hamil membutuhkan nutrisi yang lebih banyak daripada ibu yang tidak sedang hamil. Perbanyak konsumsi protein, serat, dan air. 


Bergabung Dengan Komunitas 


Melakukan olahraga sendiri membutuhkan komitmen yang kuat. Tak jarang, ibu hamil merasa malas untuk olahraga sendirian di rumah. Oleh karena itu, sebaiknya bergabung dengan salah satu komunitas olahraga. Seperti komunitas senam ibu hamil yang ada di Klinik Kehamilan Sehat, milik Pak Agus Jatmika Soegiarto.

Klinik Kehamilan Sehat

Klinik Kehamilan Sehat adalah sebuah klinik kesehatan yang menerapkan standar rumah sakit dalam pelayanannya terhadap pasien, namun dengan biaya yang lebih rendah. Kualitas pelayanan yang setara ruamh sakit, seperti:
- Pelayanan yang profesional dan berkualitas tinggi
- Tenaga medis yang tersertifikasi dan berpengalaman
- Jaminan keamanan dengan sarana prsarana yang bersih dan steril

Para calon ibu bisa memilih berbagai pelayanan yang ditawarkan oleh Klinik Kehamilan Sehat, seperti persalinan normal, Merencanakan program kehamilan, senam hamil, pemeriksaan kehamilan, farmasi dan laboratorium, dan pemasangan IUD. 


Penutup

Tidak perlu khawatir jika calon ibu ingin merencanakan proses kelahiran secara normal. Lakukan sesuai arahan dokter, mulai dari asupan gizi, ketenangan batin, serta persiapan fisik yang maksimal. Dokter  pastinya akan membimbing para ibu  hamil yang ingin melahirkan secara normal. Selamat merencanakan proses lahiran, ya :)



Enni Kurniasih
Sekayu, 5 Juni 2022 













Kamis, 02 Juni 2022

Mengenal Wealth Automation, Mengubah Pendapatan Aktif Menjadi Pendapatan Pasif

Saat pandemi melanda negeri dua tahun yang lalu, kita dikagetkan dengan rontoknya perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Lihat saja, mal- mal yang sudah mempunyai nama pun, bisa mengalami kebangkrutan juga. Pengurangan karyawan dilakukan secara besar-besaran, membuat banyak orang kehilangan pekerjaan.

Akan tetapi, praktisi bisnis yang menjalankan bisnisnya secara daring, ternyata bisa lebih survive dibandingkan dengan pebisnis yang menjalankan bisnis secara konvensial.

Hal ini membuat kita menyadari satu hal, bahwa bisnis yang dibangun secara konvensional bisa tergerus oleh kemajuan zaman. Menjadi orang kaya saja tidak cukup, jika Anda belum belajar Wealth Automation dari passive income. Kelas Bisnis Online yang diadakan Xpreneur Summit 2022  ini mengambil tema tentang Wealth Automation atau otomasi kekayaan. Apa yang dimaksud dengan otomasi kekayaan? Adalah ketika Anda berhasil mengubah pendapatan aktif menjadi pendapatan pasif.

Joshua Tan selaku founder dari Xpreneur & Lightress Group, menjadikan perhelatan ini sebagai moment kolaborasi para Xpert yang Xtraordinary, Xciting, dan Xcellent yang bahu membahu melakukan aksi kemanusian di masa pandemi.

 

Minggu, 22 Mei 2022

Wisuda XVII Sekolah Tinggi Teknologi Bandung 2022, STTB Goes To Universitas

Wisuda merupakan prosesi yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa setelah menempuh pendidikan sekian lama. Begitu juga dengan 142 mahasiswa STT Bandung  ini, bersama dengan 423 pendamping mereka. Mereka sudah menantikan momen bersejarah yang selama dua tahun kemarin, absen dilakukan karena pandemi Covid. Pelaksanaan wisuda secara daring tentu berbeda aura-nya dengan wisuda yang dilakukan secara offline. 

 

Wisuda XVII STTB 2022
Credit: Youtube STTB

Wisuda ini berlangsung pada Sabtu, 21 Mei 2022 bertempat di Trans Convention Centre, The Trans Luxury Hotel, Bandung. Sebelum acara dimulai,  barisan wisudawan dan wisudawati memasukki ruangan, mengenakan jubah biru yang cerah. Wisuda offline pertama setelah pandemi ini, menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat. Ditandai dengan penggunaan masker dengan warna senada, dan pengaturan tempat duduk yang menjaga jarak. 

Wisuda STT Bandung kali ini berhasil meluluskan 142 wisudawan, dari tiga prodi, yaitu:

78 mahasiswa dari prodi Teknik Industri

53 mahasiswa dari prodi Teknik Informatika

11 mahasiswa dari prodi Desain Komunikasi Visual

Total Wisudawan
Credits: Youtube STTB 


Sidang senat terbuka ini selain dihadiri para pendamping, pejabat pemerintahan, akedmisi, juga menghadirkan para keynote speaker yang kompeten di bidangnya, seperti:

-       DR. Lukman S.T., M.HUM ( Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, Dan Teknologi Kementrian Pendidikan, kebudayaan, Riset, Dan Teknologi)

-          DR. M. Samsuri, S.PD., M.T (Kepala LLDikti Wilayah IV Jawa Barat dan Banten)

-          Lutpi Ginanjar (Founder & CEO SMESHUB Indonesia)

-          Muchammad Naseer, S.Kom., M.T (Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Bandung)

-          DR. Dadang Hermawan (Ketua Yayasan LPPI Bandung)

-          Prof. DR. I Made Bandem, MA (Pembina Yayasan LPPI Bandung)

 

Senat STTB Memasukki Ruangan
Credits: Youtube STTB 


Acara dimulai dengan ditandai Senat Sekolah Tinggi Bandung memasuki ruang wisuda.diikuti oleh paduan suara yang menyanyikan lagu Gaudeamus Igitur. Dilanjutkan dengan tarian Selamat Datang Sancang Gugat. Acara Sidang Senat Terbuka ini dibuka oleh ketua STT Bandung, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, dan Mars STT Bandung yang dibawakan oleh paduan suara STT Bandung. 


Paduan suara STT Bandung
Credits: Youtube STT Bandung

Selanjutnya laporan Ketua STT Bandung, Muchammad Naseer, S.Kom, MT. Beliau menyampaikan kemajuan-kemajuan yang berhasil dicapai oleh STT Bandung selama kurun waktu dua tahun pandemi ini. Di antaranya adalah kerjasama dengan Lithan Academy, salah satu institusi pendidikan di Singapura dan  beberapa perusahaan swasta lainnya di luar negeri dalam bidang pemagangan. Ada juga kerjasama dengan institusi pemerintah Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat, dalam bidang pendidikan, pelatihan, penelitian, pemagangan, pengabdian masyarakat, dan pembangunan di lingkungan Jawa Barat. 


 

Tarian Selamat Datang
Credits: Youtube STTB


Selain itu dijalin juga kerjasama BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonsia), yang bertujuan untuk meningkatan kapasitas pengembangan kompetensi SDM untuk bekerja di luar negeri. Terdapat juga program Dual Degree antara STT Bandung dengan ITB STIKOM Bali, untuk jurusan Sistem Informasi dan Ilmu Komunikasi visual, sehingga mahasiswa yang ikut program ini akan mendapatkan gelar sarjana komputer dari STIKOM Bali dan sarjana desain dari STT Bandung. Dalam rangka meningkatkan program bersertifikat magang merdeka, STT Bandung mengadakan kerjasama dengan berbagai BUMN yang ada di Indonesia, dengan harapan akan menjadikan mahasiswa STT Bandung menjadi pengusaha muda  yang mendunia.  

Adapun pada bidang penelitian, pengabdian masyarakat, STT Bandung bekerjasaa dengan PLN dan Aptikom Jawa Barat. STT Bandung juga bekerjasama dengan Asosiasi Fotografi Indonesia provinsi Jawa Barat di bidang pelatihan, uji kompetensi, dan uji profesi sebagai ijazah sertifikat pendamping fotografi. Dengan dinas pemerintahan Kota Bandung, juga terjalin hubungan baik dengan STT Bandung, dengan adanya dua mahasiswa Teknik Informatika, yang berhasil membuat  Aplikasi Sistem Informasi Kewirausahaan (ASIK) di lingkungan Sekretariat Daerah Bagian Ekonomi. 

Sedangkan 3 mahasiswa Teknik Informatika telah menjalankan magang pada Dinas Kominfo sebagai Network Engineer, 10 mahasiswa Teknik Informatika telah magang di Interconnect Data, 4 mahasiswa Desain Komunikasi Visual menjalankan magang pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjadi animator dalam pembuatan karakter animasi UBI di Bandung Creative Hub. Bahkan, salah satu mahasiswa direkrut sebagai karyawan di Kominfo. Masih dari prodi Desain Komunikasi Visual, 1 mahasiswa direkrut sebagai karyawan di Dekranasda Bandung.  

Beliau juga mengatakan bahwa rata-rata alumni membutuhkan masa tunggu selama 45 hari sebelum akhirnya turun ke dunia kerja, dunia usaha, atau melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini ditunjang dengan adanya unit Career Center yang khusus memberikan bimbingan pada mahasiswa tingkat akhir, khususnya memberikan informasi, konsultasi dan menyalurkan para mahasiswa memasukki dunia kerja atau wirausaha. 

Untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja, mahasiswa STT Bandung juga dibekali dengan sertifikasi nasional dan internasional, seperti:

Adika Putra (Teknik Industri) mendapatkan CSCA (Certificate In Supply Chain Associate)

Isman Aji (Teknik Informatika),  mendapatkan PMA (Project Management Associate), FCNS (Foresec Certifield in Networking Security) 

Velia Noviani (Desain Komunikasi Visual), mendapatkan CFCA (certicate in Visual Communication using Adobe Illustrator, TOEFL, CFCP (Certicate in Visual Communication using Adobe Illustrator).


Tahun 2021, STT Bandung juga memiliki gedung baru di sebelah kampus, yang tadinya adalah tempat karouke yang hanya bersinar di malam hari. Harapannya adalah gedung baru ini akan bersinar sepanjang hari. Tahun ini juga, Muchammad Naseer mengatakan bahwa STT Bandung sudah berubah menjadi universitas. Tentunya ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa bagi STT Bandung dan semua tim pengajarnya. . 

Ananda Atik
Credits: Youtube STT Bandung

Selain berita sukacita semua pencapaian STT Bandung ini, terselip juga sedikit berita duka. Adalah ananda Atik Fauziah, salah seorang wisudawan yang telah berpulang, sebelum prosesi wisuda ini. Oleh karena itu, ijazahnya diambil oleh orang tua dan kakaknya. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin.


Tidak hanya mahasiswa STT Bandung yang memiliki prestasi luar biasa. Para pengajarnya pun juga memiliki prestasi yang sangat membanggakan. Terbukti dengan adanya 5 dosen STT Bandung yang lolos pengajuan proposal kebutuhan program Matching Fund dari KEDAIREKA

Dosen Berprestasi STT Bandung
Credits: Youtube STT Bandung 


Pada wisuda XVII STT Bandung ini, diumumkan juga 3 mahasiswa terbaik dari masing-masing Prodi, yaitu:

Prodi Teknik Industri

1.      Hedi Herdian, S.T

2.      Muhamad Kahfi, S.T

3.      Rinaldy Harahap, S.T

 

Prodi Teknik Informatika:

1.      Irvan Fikriansyah, S.Kom

2.      Nuhaliman, S.Kom

3.      Yayang Yudiana, S.Kom

 

Prodi Desain Komunikasi Visual

1.      Muhammad Ilham Fakhrudien, S.Ds

2.      Alwi Mumtaziarohman Azzali, S.Ds

3.      Khrisna Guntur Wijaya, S.Ds

 

Selanjutnya untuk kategori skripsi terbaik, terpilih 9 mahasiswa, yaitu: 

Prodi Teknik Industri

Hedi Herdian, S.T.

Muhammad Kahfi, S.T.

Rinaldy Harahap, S.T


Prodi Teknik Informatika

Irvan Fikriansyah, S.Kom

Nuhaliman, S.Kom

Yayang Yudiana, S.Kom


Prodi Desain Komunikasi Visual

Muhammad Ilham Fakhrudien, S.Ds

Alwi Mumtaziarohman Azzali, S,Ds

Khrisna Guntur Wijaya, S.Ds

Selanjutnya sambutan-sambutan dari keynote speaker lainnya, yang banyak mengapresiasi pencapaian STT Bandung , serta memberikan pesan dan kesan pada para mahasiswa yang diwisuda. 

Akhirnya, acara sakral yang diantikan para mahasiswa pun tiba, yaitu pelantikan para mahasiswa yang ditandai dengan pemindahan kuncir pada toga mahasiswa. Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatangan MoU  dengan berbagai pihak yang menjadi rekanan STT Bandung. 

Rangkaian acara ini dlanjutkan dengan ramah tamah,  dan makan siang bersama. Tak lupa, para mahasiswa juga berfoto bersama, sebagai kenang-kenangan jerih payah mereka selama kuliah. Selamat atas kelulusannya, dan selamat memulai dunia baru, ya. Dunia kerja yang penuh warna.. Semoga perjuangan kalian membuahkan hasil yang memuaskan. 

Selasa, 10 Mei 2022

Gagal Menjadi Pilot, Toni Muliadi Mendampingi UMKM Agar Cerdas Berutang

Beberapa tahun yang lalu, saya sempat terjebak dengan utang dengan salah satu bank penyedia kartu kredit. Awalnya utang saya hanya 4 juta saja. Akan tetapi, saya melakukan kesalahan fatal yang menyebabkan utang bertambah menjadi dua kali lipat. Yup, utangnya menjadi 8 juta.

Panik enggak, panik enggak… Ya, paniklah… hikss

Yang membuat panik berlipat-lipat adalah, karena saya dan suami memutuskan balik kampung ke Sekayu, yang artinya harus memulai dari awal lagi dalam mencari rezeki. Padahal, kami masih memiliki cicilan mobil dan kartu kredit. Tabungan yang dalam skenario awal dijadikan modal usaha, ternyata bablas, gaess… Kami benar-benar berada dalam titik nol atau bahkan minus saat itu. Harta yang tersisa hanya anak-anak, ilmu pengetahuan, dan satu buah mobil. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah SWT, kami berhasil melewati satu tahun tersulit dalam hidup kami tersebut.

Walaupun sudah lama berlalu, saya masih terus kepikiran. Di mana letak salahnya waktu itu, sehingga utang kartu kredit tersebut menjadi berlipat ganda. Padahal saya membayar cicilan tepat waktu setiap bulannya.

Nah, pucuk dicinta ulam pun tiba… Saya melihat ada undangan Zoom Meeting dari Teh Indari Mastuti di grup Telegram IIDB (Ibu-ibu Doyan Bisnis), Indscript, dan BUKUIN Aja. Sebagai salah satu Korwil IIDB, saya harus hadir dunk, ya. Webinar yang berlangsung via Zoom ini berlangsung pada Senin, 9 Mei 2020 jam 06.30 sampai selesai. Tema-nya sangat menarik, nih. Ada Parade Pengusaha Bandung Berbagi Inspirasi, yang akan sharing pagi itu. Salah satunya adalah Toni Muliadi, Co-founder BPR Mitra Parahyangan yanag berdiri sejak 2012. 

BPR merupakan lembaga perbankan yang penyaluran kreditnya terbatas satu provinsi saja. Seperti BPR Mitra Parahyangang hanya melayani penyaluran kredit untuk wilayah Jawa Barat. Salah satu goalnya, adalah sebagai lembaga pembiayaan yang memberikan pendampingan UMKM. Beliau membawakan materi tentang Boleh Berutang Asalkan Produktif. Mm, jadi penasaran, kan?

 

Flyer Undangan Zoom Meeting IIDB
Credits: IIDB

Menurut Toni, UMKM memiliki potensi yang sangat besar untuk maju. Produk-produk mereka bisa bersaing di pasaran. Sayangnya, banyak UMKM yang terjebak dengan utang, khususnya saat pandemi melanda Indonesia beberapa waktu yang lalu. Hal ini terjadi karena para UMKM tersebut tidak mempunyai perencanaan yang jelas saat mengajukan pinjaman. Itulah sebabnya, BPR Mitra Parahyangan tidak buru-buru mengabulkan semua pengajuan pinjaman yang masuk. Mereka akan melakukan survei berulang kali, memberikan edukasi, bahkan  mendampingi agar UMKM tersebut tidak terjebak dengan utang, untuk membayar utangnya. Istilahnya, gali lobang tutup lobang. Pria yang terpaksa meninggalkan impiannya menjadi pilot ini, menjelaskan beberapa kesalahan yang sering dilakukan UMKM saat berutang, di antaranya adalah:

1. Tidak memiliki perencanaan yang jelas tentang utang yang diajukan.

2. Menganggap utang sebagai “uang ekstra” yang jatuh dari langit, sehingga bebas menggunakannya.

3. Tidak menyiapkan alokasi sumber dana untuk membayarnya.

4. Hanya membayar cicilan secara minimalis (khusus untuk utang kartu kredit). Ini yang terjadi pada kasus saya di atas. Hanya membayar cicilan minimal, sehingga tagihannya menjadi berbunga-bunga hingga membengkak.

      Toni menjelaskan, berdasarkan penggunaannya, kredit terbagi dua, yaitu:

      Kredit Komersil (Kredit Produktif)

      Kredit Konsumtif 

Kredit Produktif
Credits: Webinar Parade Pengusaha Bandung

Menurut Toni, tidak apa-apa jika UMKM ingin mengajukan pinjaman berutang. Akan tetapi, manfaatkan untuk keperluan usaha. Misalnya, membeli mesin agar produksi bertambah. Diharapkan dengan bertambahnya produksi, omzet pun akan meningkat. Sehingga UMKM tidak kesulitan melunasi cicilan utangnya. Ini yang disebut sebagai utang produktif.


Kredit Konsumtif
Credits: Webinar Parade Pengusaha Bandung


Yang tidak disarankan itu adalah jika berutang hanya untuk keperluan yang konsumtif. Keperluan yang sebenarnya tidak mendesak, tidak memengaruhi hidup dan matinya usaha. Sebaiknya hindari mengajukan pinjam utang hanya untuk keperluan konsumtif. Misalnya, untuk ganti ponsel terbaru, atau beli tas branded (pengusaha gitu, masa pake tas biasa aja..)

Nah, hal-hal begini, sebaiknya ditinggalkan, jika ingin usahanya tetap eksis. Nggak mau kan, uang hasil usaha malah habis buat bayar utang. Bukannya usahanya makin besar, yang ada malahan usahanya berpotensi gulung tikar. Nauzubillah..

Kesimpulan dari pemaparan Toni Muliadi ini adalah, boleh-boleh saja berutang, asalkan utang yang produktif. So, bagaimana dengan utangmu? Apakah sudah tergolong utang produktif atau belum?

BPR Mitra Parahyangan Bantu UMKM Bertumbuh Saat Pandemi

BPR Mitra Parahyangan Kredit: dokpri Pandemi kemarin benar-benar melulu-lantakan perekonomian. Tidak hanya pedagang kecil, bahkan pengusaha ...