Sabtu, 04 September 2021

Dengan 5 Budaya Kerja Ini, Indari Mastuti Menjalankan Indscript Creative di Masa Pandemi


 

Saya mengenal Indscript Creative sekitar akhir 2013, ketika mengikuti Sekolah Perempuan angkatan pertama. Sekolah Perempuan adalah sekolah menulis online yang di gawangi Indari Mastuti, bersama dengan teman-temannya, Anna Farida, Julie Nava, dan Ida Fauziah. 

 

Indari dan Buku Terbarunya
Credits: Telegram Stokis


Kelas menulis ini berhasil menjadikan outline saya  yang berjudul Membentuk Karakter Anak dari Rumah disetujui oleh Elex Media, dan berhasil diterbitkan tahun 2014. Saya juga sempat terpilih sebagai tim penulis Indscript Creative dan mengerjakan beberapa project buku. Baik berupa buku solo, maupun menulis buku sebagai seorang ghost writer. 

 

Mengenal Indscript Creative

Indscript Creative berdiri 2007, dengan motivasi untuk berdaya guna dari rumah, sambil mengurus keluarga. Awalnya banyak yang mengira kalau Indscript adalah sebuah penerbitan. Padahal Indscript adalah sebuah agensi naskah, yang menghubungkan para penulis buku dengan penerbit. Tercatat beberapa penerbit besar yang loyal bekerja sama dengan Indscript. Seperti Gramedia, Elex Media, dan Penebar Swadaya.

 

Awal Mula Berdirinya Indscript Creative

Tahun1996

Indari Mastuti memulai kariernya sebagai penulis artikel. Saat itu, Indari masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Tulisannya menghiasi berbagai media cetak saat itu. Hingga saat ini Indari sudah menulis sekitar 300 judul buku, dengan berbagai tema.


2004

Mulai menulis buku untuk  berbagai penerbit di Indonesia. Permintaan menulis buku ini sangat banyak, hingga Indari merasa membutuhkan tim penulis.


2007

Ketika memutuskan untuk menikah pada tahun 2007, Indari merasa bahwa pekerjaannya sebagai seorang manager marketing tidak cocok sebagai seorang ibu rumah tangga. Alasannya karena sering bepergian ke luar kota, sehingga khawatir tidak bisa mengurus keluarga. Oleh karena itu, Indari memutuskan untuk berbisnis dari rumah, dengan mengusung jasa penulisan buku. Ia pun mulai merekrut tim penulis, untuk membantunya. Waktu itu bisnis penulisannya masih menggunakan brand Indari Mastuti.

 

2008

Tahun 2008, nama Indari Mastuti berganti menjadi Indscript Creative, yang maknanya diambil dari nama awal Indari, Script yang berarti tulisan, yang Insyaallah selalu Creative. Bersama dengan suami tercinta, Deky Tasdikin, Indari membesarkan Indscript Creative, hingga bisa merambah ke bisnis lainnya.

 

Guidance Book Indscript Creative
Credits: Telegram Stokis

Lini Usaha Indscript Creative

 

1.      Agensi Penulis (2007)

Pada mulanya, Indscript Creative hanya sebagai Agensi Penulis, yang menghubungkan penulis dengan penerbit, seperti Kompas Gramedia, Elex Media, Penebar Swadaya.  Indari juga merekrut penulis dari kalangan ibu-ibu rumah tangga. Sesuai dengan visi dan misnya untuk memerdayakan ibu-ibu dari rumah.

 

2.      Jasa Penulisan Buku Biografi (2009)

Indscript mengembangkan jasa penulisan buku biography. Klien pertama mereka waktu itu adalah, Browies Amanda. Kemudian menyusul  Teh Nini, Ibu Atalia Ridwan Kamil, dan Ibu Siti Oded.

 

3.      Membangun Bisnis Direct Selling (2015)

Produk pertama yang dihasilkan adalah board, papan impian, papan target, dan to do list bagi mompreneur, anak-anak, dan siapa saja yang membutuhkan panduan untuk mengejar target tertentu. Selain itu ada juga Guidance Book, berupa buku panduan dalam berbisnis. Terdapat banyak tema yang menarik. Seperti Kejar Omzet 10 Juta Setiap Hari, Cara Mencari Target Market, CS Direkrut Omzet Dilecut, Ceritain Lalu Closingin, Laris Jualan Apa Saja, dan masih banyak judul Guidance Book lainnya. Indari mencetak sendiri Guidance Book ini dan mendistribusikan sendiri, melalui pasukan reseller-nya yang mencapai ribuan orang, dengan berbagai level.

 

4.      Membangun Percetakan Sendiri (2020)

Demi mendukung peserta yang belajar menulis buku dengannya, Indari membangun percetakan sendiri. Tujuannya agar para peserta kelas menulis ini bisa langsung mewujudkan buku mereka, tanpa harus mengantri lama di penerbit.

 

5.   Membangun Agensi Blogger, Platform Marketplace terhubung.co.id, dan Membangun Channel Rumah The Iin. (2021)

Seperti halnya agensi penulis, Indscript Creative juga membangun agensi blooger. Tujuannya untuk menjembatani para blogger dengan brand-brand yang ingin bekerjasama dalam campaign-campaign produk atau jasa mereka. Selain itu, Indari membangun platform marketplace khusus buat perempuan. Platform ini adalah terhubung.co.id yang diperuntukkan bagi para stokist di jaringan Indscript. Stokist ini ujung tombak pemasaran produk-produk Indscript. Seperti celengan target, wadah bumbu, serum whitening, buku-buku, dan kelas-kelas training khusus untuk perempuan. Indari membangun channel Rumah The Iin di Youtube. Channel ini memuat konten tentang pernikahan dan kehidupan rumah tangga Indari bersama dengan suaminya, Deky Tasdikin.


Kuat Melewati Krisis

Seperti halnya bisnis-bisnis lainnya, Indscript Creative juga pernah mengalami masa pahit kebangkrutan. Di tahun 2010, Indari sempat melakukan kesalahan dalam bisnis jasa penulisannya. Kurangnya control terhadap kualitas tulisan yang dihasilkan oleh para tim penulisnya, membuat ia menghadapi complain dari klien. Indari sempat terpuruk, dan bersedih. Bahkan kendaraannya sempat diambil pihak leasing. Karyawannya yang berjumlah 16 orang, dengan sangat terpaksa harus dilepas, hingga akhirnya hanya sisa 3 orang.

 

5 Budaya Kerja Indscript

 


          Akan tetapi . kesedihannya hanya sementara saja. Ia langsung berburu training, menambah ilmu           bisnis, mengikuti kompetisi bisnis, dan mendirikan komunitas. Hasilnya, Indari berhasil                          memenangkan berbagai kompetisi bisnis tersebut. Di antaranya adalah Indari terpilih sebagai                  Perempuan Inspiratif Nova (2010), dan juara 2 Wirausaha Muda Mandiri (2012). 

          Pada masa itu juga, Indari merasa membutuhkan teman untuk saling menguatkan. Oleh karena              itu, ia mendirikan komunitas IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis) yang beranggotakan 22 ribu, dan IIDB           (Ibu-ibu Doyan Bisnis) yang beranggotakan 130 ribu orang.  

Di awal tahun 2020 yang lalu, Indscript juga sempat merasakan deg-degan, karena  pandemi yang melanda dunia, memukul telak perekonomian Indonesia. Banyak bisnis yang tumbang akibat pandemi ini. Indari Mastuti mengatakan bahwa, untuk bisa bertahan di masa krisis ia, menanamkan lima budaya kerja di Indscript. Yaitu:

1.      Kreatif

Indari Mastuti sangat kreatif membaca peluang yang ada. Seperti awal tahun 2021 saat masyarakat harus berhemat, maka Indscript mengedukasi budaya menabung dengan memasarkan produk celengan target. Celengan ini memiliki tema sesuai dengan tujuan menabung masing-masing orang. Ada celengan haji, celengan umroh, celengan qurban, celengan lunas utang, celengan anak, dan lainnya.

 

2.     Inovatif

Setiap hari selalu ada inovasi baru di Indscript. Mulai dari materi training yang selalu upgrade, metode penyampaian materi, hingga media sosial yang digunakan. Indari selalu melakukan inovasi terhadap produk dan jasa yang ditawarkan oleh Indscript Creative.

 

Inovasi terbaru Indscript, produk basreng
Credits: Telegram Stokist

  3.     Inisiatif

Budaya kerja berikutnya yang dilakukan Indari pada tim-nya adalah inisiatif dalam melakukan perubahan, inisiatif dalam melakukan pembinaan kepada tim dan reseller. Pendekatan yang kekeluargaan memberikan sentuhan tersendiri, sehingga tim rela bekerja secara maksimal untuk mencapai target.

 

4.      Pembelajar

Menjadi tim Indscript artinya harus siap belajar apapun dan kapanpun. Indari sendiri adalah seorang pembelajar sejati. Bahkan, saat mengalami kebangkrutan pun, ia tetap belajar. Setiap kali, ia habis belajar ilmu baru, pasti akan ditularkannya pada tim Indscript dan pasukan reseller-nya.

 

5.     Komunikatif

Salah satu kunci keberhasilan Indscript adalah komunikasi. Bagaimana menjalin komunikasi dengan tim, komunikasi dengan pasukan reseller, dan komunikasi dengan pelanggan. Bahkan, Indari juga membina komunikasi terhadap klien yang complain, dan mengubahnya menjadi closing-an.

 

Terbukti, dengan 5 budaya kerja yang dilakukan oleh Indari Mastuti, bisa membuat Indscript Creative tetap survive. Di tengah masa pandemi seperti sekarang, Indscript justru memerdayakan ibu-ibu rumah tangga, sehingga bisa tetap mendapat penghasilan dari rumah.  Happy Milad ke-14 buat Indscript Creative tercintaa..


Sekolah Reseller, Membina Reseller Agar Memiliki Omzet Puluhan juta Perbulan

  Akhir-akhir ini, profesi reseller banyak terdengar di media social. Mulai dari anak-anak muda, mahasiswa, bapak-bapak, hingga ibu rumah ...