Rabu, 16 Juni 2021

Berikut, 7 Rekomendasi Reward Ketika Anak Berprestasi di Sekolah

 Memberikan reward atau hadiah pada anak-anak merupakan sesuatu yang dibolehkan, bahkan disarankan oleh para ahli. Ini merupakan bentuk apresiasi yang kita berikan atas prestasi mereka. Ada yang beraggapan bahwa dengan menjanjikan hadiah bagi anak, akan membuat mereka melakukan sesuatu dengan pamrih. Melakukan yang terbaik dengan mengharapkan hadiah.

Tanpa terasa, sebentar lagi anak-anak akan menghadapi ulangan semester. Orang tua mulai mewanti-wanti agar anak-anak belajar dengan rajin. Mulai mengulang-ngulang materi pelajaran, mengerjakan soal-soal latihan, dan melakukan evaluasi terhadap hasil belajar anak. Anak-anak juga diikutkan berbagai les tambahan sesuai dengan bidang studi yang diinginkan.

1. Jaket

Anak-anak sangat membutuhkan jaket, khususnya saat memasukki musim hujan seperti ini. Berikan hadiah berupa jaket dengan desain favorit mereka. Misalnya, desain artis pujaannya, atau tokoh kartun favorit mereka. Dijamin, mereka akan menyukai reward seperti ini. Jaket, hoodie, atau sweater merupakan atribut yang penting bagi anak-anak yang suka fesyen. Tidak hanya sebagai pakaian pelindung dari cuaca dingin, tetapi sebagai aksesoris pelengkap penampilan. Mereka mengetahui jaket, hoodie, dan sweater terbaru yang lagi trend.  Oleh karena itu, memberikan jaket, hoodie, atau sweater sebagai hadiah atas prestasi mereka merupakan pilihan yang tepat.

Jaket 
Credits: Pexels.com


2. Sepeda

Memiliki sepeda adalah impian setiap anak. Mereka akan berlomba belajar mengendarainya bersama teman-teman sepermainan. Siapa yang paling duluan bisa naik sepeda, akan dianggap hebat. Oleh karena itu, memberikan reward sebuah sepeda tidak pernah basi bagi anak-anak. Setiap tahun, model sepeda akan berganti dan anak-anak menyukai perkembangan pada sepeda mereka. Memberikan reward sepeda juga bisa menginspirasi agar mereka mengendarai sepeda untuk ke sekolah, khususnya bagi anak-anak yang sudah besar. Dengan demikian, akan mengurangi potensi polusi udara, bukan? Selain itu, mereka menjadi terbiasa untuk berolahraga sepeda. Badan menjadi lebih sehat, dan uang transport menjadi aman.


Sepeda
Credits: Pexels.com


3. Gawai

Saat sekolah dilaksanakan secara daring seperti sekarang ini, memberikan reward berupa gawai merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak. Selama ini, tidak semua anak mempunyai gawai sendiri. Mereka harus menunggu orang tua pulang dari kantor untuk meminjam gawai dan mengerjakan tugas sekolah. Inilah yang  menyebabkan banyak anak-anak terlambat mengumpulkan tugas sekolah atau bank soal . Perubahan fungsi gawai sebagai sarana belajar ini, membuat banyak orang tua yang memberikan hadiah berupa gawai bagi anak-anak yang berprestasi.

4. Alat Musik

Anak-anak yang suka bermain musik perlu mendapat dukungan dari orang tua. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah, bisa dengan memberikan reward berupa alat musik pada mereka. Memainkan alat musik merupakan salah satu keahlian yang akan menjadi nilai tambah bagi anak-anak. Tak jarang program-program beasiswa melihat keahlian tersebut sebagai bahan pertimbangan saat memilih kandidat beasiswa. Bahkan Program Pertukaran Pelajar pun melihat keahlian lain pada anak-anak yang menjadi kandidat program. Alat musik yang banyak dimainkan oleh anak-anak adalah gitar, biola, dan piano.  

Piano
Credits: Pexels.com


5. Alat Tulis

Reward berupa alat-alat tulis merupakan sesuatu yang tak lekang dimakan zaman. Anak-anak pun selalu membutuhkannya. Akan tetapi, sebagai hadiah kita bisa memberikan hadiah alat tulis yang sedikit berbeda. Misalnya alat tulis kualitas terbaik atau alat tulis yang bertuliskan nama mereka. Zaman sekarang alat-alat tulis custom seperti itu, sangat mudah dipesan. Bahkan, tidak harus order dalam jumlah yang banyak, untuk membuat alat tulis custom. Bayangkan, betapa mereka akan bangga jika menggunakan alat tulis bertuliskan nama sendiri, bukan? 

6. Liburan

Siapa yang tidak suka liburan? Mm, anak-anak pasti senang sekali jika mendapatkan hadiah berupa liburan ke tempat favorit mereka. Khususnya setelah melewati masa-masa ujian yang berat, tentu menyenangkan jika bisa pergi liburan. Akan tetapi, karena sekarang masih dalam masa pandemi, keinginan liburan harus sedikit ditahan. Kita bisa menikmati liburan di daerah masing-masing saja. Bukankah Indonesia memiliki banyak tempat-tempat dengan pemandangan yang indah. Menikmati suasana sejuk pegunungan atau sekadar menikmati pisang goreng di tepi pantai daerah masing-masing. Anak-anak di perkotaan, bisa melakukan liburan dengan stay cation di hotel setempat.  Manfaatkan voucher-voucher yang banyak di-share oleh pihak hotel dan agen perjalanan. Jangan lupa, tetap menerapkan protokol kesehatan, ya 


7. Perlengkapan Gaming

Hampir semua anak zaman sekarang menyukai game online. Bahkan tak sedikit dari mereka yang bercita-cita menjadi youtuber gaming. Jika anak-anak memiliki minat seperti itu, jangan buru-buru memarahinya. Orang tua sebaiknya mencari informasi terlebih dahulu tentang plus-minus seorang youtuber gaming. Ini dilakukan agar tidak terjadi perang dingin antara orang tua dan anak. Nah, anak-anak yang mempunyai minat sebagai youtuber gaming, sangat cocok jika diberikan reward berupa perlengkapan gaming. Seperti layar yang lebih nyaman, mikrofon, laptop, kamera, atau headset.


Tidak perlu diberikan semua sekaligus. Cukup berikan item yang memang sangat dibutuhkan oleh anak. Misalnya, menggantikan alat terdahulu yang sudah tidak maksimal fungsinya. Pemberian ini tidak hanya sebagai hadiah atas prestasi anak, melainkan juga sebagai bentuk restu kita terhadap minat anak-anak. Hanya saja, anak-anak harus tetap dalam pengawasan orang tua, agar mereka tidak terjebak dengan game online yang saja, melainkan juga mengakses blog pendidikan . Ini juga bisa menjadi ajang negosiasi dengan anak. Mereka akan rajin belajar, jika diizinkan bermain maksimal 1 jam sehari. Buat perjanjian dengan mereka, khususnya buat anak-anak yang menuju remaja. Mereka harus belajar cara menghargai waktu dan tidak menyia-nyiakannya dengan bermain sepanjang hari. 


Pemberian reward atas prestasi anak-anak ini, boleh-boleh saja dilakukan. Dengan harapan bisa menambah semangat belajar mereka, menjadi lebih baik. Meningkatkan semangat juangnya saat menghadapi kesulitan dalam belajar. Akan tetapi, intensitas pemberian reward ini jangan terlalu sering. Dikhawatirkan akan membuat anak-anak  pamrih dalam melakukan sesuatu. Mereka hanya akan berusaha dengan keras jika diiming-iming dengan hadiah. Tentunya kita tidak menginginkan mereka bersifat seperti itu, bukan? Oleh karena itu, bijaklah saat ingin memutuskan untuk memberikan reward pada anak. Jadikan reward sebagai sebuah kejutan yang tidak diduga, bukan sesuatu yang wajib diberikan pada mereka. 


27 komentar:

  1. iya biasanya anak2 minta reward klo udh belajar dengan baik, yang tobat kadang si kecil belum apa2 udah minta indent rewardnya hihihi

    BalasHapus
  2. Wah jadi inget aku dulu, pengen banget punya PS dan bakalan di kasih kalau ranking 1. Tapi sayangs elalu mentok di ranking 4, hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, gak apa, Kak. Yang pnting udah usaha.

      Hapus
  3. Iya ini, ngasih Gawai karena PJJ karena gawai yang lama gak support untuk mengikuti PJJ krn beberapa aplikasi yang digunakan butuh gawai dengan spek kekinian.

    Nah kalau yg murni reward, ngasih jaket, udah indent minta jaket kalau target hafalannya nambah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, mantap itu, Kak. Semangat menghapal ya, Dek

      Hapus
  4. Hemmm catet ah, memang penting juga sih ya ngasi reward ke anak-anak biar semakin bersemangat baik itu belajar atau melakukan aktivitas lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Kak. Biar ada effort mereka saat menginginkan sesuatu.

      Hapus
  5. Wah! Aku waktu masih kecing juga diterapin sistem reward kayak gini, dulu seringnya dikasih alat tulis sama mainan, hehe.

    Ini list rekomendasinya bisa buat ide kedepannya kalo nanti udah punya anak, hihi. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, siapp, Kak. Buat nambah referensi. Kalo anakku udah ABG semua hihi..Ketauan umurnya, yaa

      Hapus
  6. dulu aku juga dikasih nih reward2 kayak gini. sekarang aku pikir2 lagi.. sepertinya perlu aku kaji ulang untuk sistem reward di pola pengasuhanku. aku lebih suka dengan sistem dukungan, mba :D

    BalasHapus
  7. Jadi inget dulu waktu SD, abis terima raport dapet ranking langsung dibeliin sepeda. Hehe

    Memberikan reward atas pencapaian anak itu memang perlu banget untuk memotivasi.

    BalasHapus
  8. Baru kemarin saya belikan jaket pas kenaikan kelas. Selain jaket lama sudah kekecilan semua, ya karena pas momen kenaikan kelas juga. Tadinya mau beli seragam sekolah n sepatu, tapi karena masih PJJ jadi keperluan sekolah selain alat tulis ditunda dulu. Kebetulan PJJ di kampung kami hanya melalui WA group dan nggak perlu memakai seragam.

    BalasHapus
  9. Reward anak2 sekarang sama anak2 dulu beda ya mba, saya dulu ditraktir makan atau dikasi mainan aja sudah seneng, sekarang rata2 pada minta gadget ya sebagai hadiah hihihi

    BalasHapus
  10. Namanya anak-anak ya Bun, melakukan sesuatu sering ada maunya sebagai motivasi, hehe. anak-anak di rumah sih pengin sepeda baru karena sepeda lama rusak dan dijual. Plus buku dan mainan, yang penting mereka paham apa artinya perjuangan.

    BalasHapus
  11. Reward saat ini kalo di keluarga kami, adalah waktu bermain games. Semakin manis si anak dan patuh ngerjain tugasnya, makin banyak waktu dikasih buat dia main games.

    BalasHapus
  12. cari reward yang murah meriah ya ky alat tulis aja hehee atau mainan yang harganya nggak mahal..

    BalasHapus
  13. terima aksih rekomendasinya kak, kebetulan banget mau kasih keponakan hadiah atas prestasinya di sekolah, bisa jadi alternatif

    BalasHapus
  14. Entah kenapa, saya pribadi malah menjagokan liburan (apalagi liburan keluarga) untuk hadiah saat anak berprestasi. Mana tau dengan menikmati sebuah perjalanan, dia jadi dapat pengalaman juga.

    Tapi saya belum punya pengalamannya sih. Hanya saja dulu orang tua saya melakukan hal yang serupa. Walau liburannya murah meriah dan nggak jauh dari rumah.

    BalasHapus
  15. Bisa dijadikan acuan ini setelah melihat perkembangan satu semester daring kelas I
    Apakah ada perubahan atau tidak...

    BalasHapus
  16. dengan adanya reward pasti anak akan tambah semangat lagi dan memacu untuk menggapai prestasi. Boleh banget nih diterapin ya

    BalasHapus
  17. Bener nih. Gak kepikiran ngasih reward jaket. Setelah diinget2 jaket anakku udah kekecilan, waktunya dibelikan jaket baru nih. Pas banget dia abis dapat juara kedua kan kemarin di kelas. Makasih banget ya mba idenya untuk reward belajar anak ini

    BalasHapus
  18. Jadi ingat semasa kecil aku, pernah dibelikan hadiah berupa sepeda sama alat tulis pas dapet prestasi. Rasanya senang sekali, apalagi karena hadiah itu hal yang diingin-inginkan sejak lama. Rasanya jadi kaya dapet sesuatu setelah kerja keras :D

    BalasHapus
  19. Alat musik sama liburan sound so good to me sih. Sebagai orang tua ataupun sebagai anak. Soalnya liburan bisa meng-update pengetahuannya juga terus alat musik bakal berguna juga buat skill dia.

    BalasHapus
  20. Biar lebih bersemangat memang anak-anak kudu dimotivasi yaa. Slh satunya kasih reward atas keberhasilannya. Makasih deh referensinya JD nnti GK bingung lgi mau kasi reward apa...

    BalasHapus
  21. Kalau saya nggak berani janjiin barang mahal. Kecuali memang sejak awal sudah berencana membelikan anak barang tersebut. Misal, pas kelas 2 SD sudah berencana memberikan gawai di kelas 5 SD. Baru deh di saat anak kelas 5, saya bakal kasih reward atau dijanjiin reward barang tersebut. Hehe...

    Kalau di momen lain, biasanya barang yang cukup murah seperti mainan, makanan yang jarang dibeli tapi dipengenin anak, dll... Hehe...

    BalasHapus
  22. Ngasih reward buat anak kalau memang berprestasi memang biasanya membuat anak tambah semangat ya, mbak. Apalagi kalau dikasihnya barang yang dia mau

    BalasHapus

Sekolah Reseller, Membina Reseller Agar Memiliki Omzet Puluhan juta Perbulan

  Akhir-akhir ini, profesi reseller banyak terdengar di media social. Mulai dari anak-anak muda, mahasiswa, bapak-bapak, hingga ibu rumah ...