Minggu, 03 Oktober 2021

Sekolah Reseller, Membina Reseller Agar Memiliki Omzet Puluhan juta Perbulan

 


Akhir-akhir ini, profesi reseller banyak terdengar di media social. Mulai dari anak-anak muda, mahasiswa, bapak-bapak, hingga ibu rumah tangga pun mulai merambah dunia reseller. Beberapa di antaranya bahkan menjadi reseller dari berbagai produk, termasuk Bun sendiri. Ada 5 distributor yang produknya, Bun jualkan kembali. Yaitu mukena Dalanova, Kunikita, Bos Muda, Summerspring, dan aneka produk dari Indscript Business University.  

 

Basreng. salah satu produk yang menerima reseller
Credits: Telegram Stokist


Sebenarnya apa sih, yang dimaksud Reseller?

Secara harfiah, dalam bahasa Inggris, re-seller artinya penjual yang menjualkan kembali. So, reseller adalah orang yang mengambil barang dari produsen, dan menjualnya kembali dengan harga yang berbeda. Reseller mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dengan harga jual kembalinya. Berbeda dengan dropship yang tidak perlu menyetok barang, reseller harus memiliki stok barang sendiri, walopun sesekali langsung dropship dari produsen.

 

Mengapa Memilih Menjadi Reseller? Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih menjadi reseller. Kalo bun sendiri, memilih menjadi reseller karena tidak perlu repot melakukan produksi. Apalagi beberapa produk, mengizinkan Bun memasang merk sendiri pada produk mereka. Tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, ada beberapa alasan yang membuat banyak orang memilih menjadi reseller, yaitu:   

       -    Menjadi reseller adalah langkah awal menjadi business owner

       -    Menjadi reseller adalah awal karier di dunia bisnis

       -    Reseller bisa menghasilkan uang tanpa repot memikirkan produksi.

       -    Reseller tetap bisa menghasilkan uang, walaupun tidak memiliki tim.

Sebuah brand, produsen atau  pemilik bisnis selalu merekrut pasukan reseller sebagai ujung tombak penjualan produk mereka. Semakin banyak reseller yang dimiliki, maka semakin banyak penjualan yang bisa dilakukan. Akan tetapi, tidak semua reseller bisa melakukan penjualan dengan baik. Oleh karena itu, dibutuhkan pembinaan terlebih dahulu untuk para reseller ini.

Salah satunya adalah dengan mengikutsertakan pasukan reseller pada Sekolah Reseller yang digagas oleh Indscript Business University.


Apa Itu Sekolah Reseller?

Nah, Sekolah Reseller ini merupakan kelas online dari Indscript Businesswomen University yang dihadirkan untuk kamu para pebisnis terutama yang berprofesi sebagai reseller, marketer, atau jaringan pemasaran lainnya. Kelas ini sudah menghasilkan sekitar 2.000 alumni, termasuk Bun sendiri.

 

Mengapa  Harus  Sekolah Reseller?

Reseller saat ini jumlahnya sudah sangat luar biasa, sehingga membutuhkan teknik khusus sebagai seorang reseller agar bisnis yang dijalankan bisa menjadi lebih cepat berkembang.

Menjadi reseller itu merupakan bisnis yang sangat prospektif. Sama halnya dengan produsen. Akan tetapi, jika Anda seorang pemula di dunia bisnis, sebaiknya mulai dari reseller dulu. Hitung-hitung sebagai latihan manajerial. Sehingga ketika nanti Anda menjadi business owner, Anda terbiasa untuk memenej bisnis.  

Sekolah Reseller hadir, sebagai sarana para reseller untuk belajar mengenai teknik berbisnis supaya makin mudah dan menjadi reseller yang berbeda dari yang lainnya

Bagi owner, leader, dan distributor,  reseller merupakan ujung tombak bisnis. Oleh karena dengan adanya reseller dan jaringan pemasaran yang kuat, maka bisnis Anda bisa cepat melesat. Untuk itu kami sarankan agar Anda mengajak jaringan reseller untuk belajar di kelas ini.

 


Flyer Sekolah Reseller
Credits: Telegram Stokis Indscript

APA SAJA YANG DIPELAJARI DI SEKOLAH RESELLER?

Sekolah Reseller akan berlangsung 5 hari. Materi yang diberikan berupa audio dengan pembahasan harian sebagai berikut:

 

HARI-1

Kenapa Sekolah Reseller?

Harapan dengan Adanya Sekolah Reseller

Jadi Reseller Itu Enak Banget!

Modal Jadi Reseller Bukan Uang

-     Mimpi Besar

-     Percaya Diri Besar

-     Jago Jualan

 

HARI-2

Apa yang Wajib Dikuasai Reseller

- Produk yang Dijual

- Target Market

- Komunikasi Aktif

- Jangan Jadi Reseller Tanpa Target Omzet

- Cara Bikin Target Omzet

 

HARI-3

Cari Prospek Ala Reseller

-   Berkomunitas

-   Pede Sharing Asyik

Kenalan dengan Orang Baru

Latihan Jualan Sampai Mahir

 

HARI-4

Reseller Perlu Jago Nulis

- Bikin konten Facebook

- Bikin konten WA

- Bikin konten BC

- Bikin konten Kenalan

 

Reseller yang Menginspirasi

            -   Teknik Bikin Kulwa

            -   Teknik Bikin Komunitas

            -   Teknik Bikin Orang Jatuh Cinta

 

Reseller yang Dicari-cari

-          Membangun Personal Branding

-          Interaksi yang Nyenengin

 

Kaya Dari Reseller Doang

-          Menggali Promo Dari Keunikan Diri

-          Melempar Promosi yang Bikin Pelanggan Nggak Nunda Transfer

 

HARI-5

-          Konsumen Bergairah Membeli

-          Ngiklan Nggak Berasa Ngiklan

-          Closingan Tiap Hari Gini Caranya

-          Resep Jualan Konsisten Tanpa Mood-Moodan

 

BONUS HARI-6

-          Pertanyaan Khas Para Reseller

-          Evaluasi

 

Siapa Saja yang Bisa Mengikuti Sekolah Reseller?

Sekolah Reseller cocok buat semua jenis bisnis. So, jika Anda adalah salah seorang dari profesi di bawah ini, maka Sekolah Reseller bisa menjadi pilihan yang tepat. 

Reseller atau Marketer

• Distributor atau Agen Bisnis Online

Downline MLM

• Perempuan Pebisnis Online

 

Keuntungan Mengikuti Sekolah Reseller

Para reseller yang mengikuti Sekolah Reseller, akan mendapat pembinaan dari tim Indscript, meliputi: 

1. Mengurus skill reseller-nya

2. Memantau progress reseller-nya


Ada REWARD bagi peserta terbaik di kelas SEKOLAH RESELLER

 Peserta terbaik dengan berbagai kriteria, di antaranya adalah:

1. Reseller terjagoan closing

2. Reseller teraktif di grup

3. Reseller terinspiratif

 

Daftarnya Sekali, Berlaku Selamanya.

Sistem belajar di Sekolah Reseller berbeda dengan kelas lain pada umumnya. Anda hanya cukup mendaftar sekali, dan berhak mendapatkan materi dan pendampingan selamanya. Anda juga berhak terhadap materi-materi baru yang di upgrade setelah Anda mendaftar, Asyik, kan? 

Anda mau ambil bagian di kelas ini? Yuk, bisa kontak wa.me/81286861079

SELAMAT MENJADI RESELLER HEBAT DENGAN OMZET PULUHAN JUTA PERBULAN!

 


Sabtu, 04 September 2021

Dengan 5 Budaya Kerja Ini, Indari Mastuti Menjalankan Indscript Creative di Masa Pandemi


 

Saya mengenal Indscript Creative sekitar akhir 2013, ketika mengikuti Sekolah Perempuan angkatan pertama. Sekolah Perempuan adalah sekolah menulis online yang di gawangi Indari Mastuti, bersama dengan teman-temannya, Anna Farida, Julie Nava, dan Ida Fauziah. 

 

Indari dan Buku Terbarunya
Credits: Telegram Stokis


Kelas menulis ini berhasil menjadikan outline saya  yang berjudul Membentuk Karakter Anak dari Rumah disetujui oleh Elex Media, dan berhasil diterbitkan tahun 2014. Saya juga sempat terpilih sebagai tim penulis Indscript Creative dan mengerjakan beberapa project buku. Baik berupa buku solo, maupun menulis buku sebagai seorang ghost writer. 

 

Mengenal Indscript Creative

Indscript Creative berdiri 2007, dengan motivasi untuk berdaya guna dari rumah, sambil mengurus keluarga. Awalnya banyak yang mengira kalau Indscript adalah sebuah penerbitan. Padahal Indscript adalah sebuah agensi naskah, yang menghubungkan para penulis buku dengan penerbit. Tercatat beberapa penerbit besar yang loyal bekerja sama dengan Indscript. Seperti Gramedia, Elex Media, dan Penebar Swadaya.

 

Awal Mula Berdirinya Indscript Creative

Tahun1996

Indari Mastuti memulai kariernya sebagai penulis artikel. Saat itu, Indari masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Tulisannya menghiasi berbagai media cetak saat itu. Hingga saat ini Indari sudah menulis sekitar 300 judul buku, dengan berbagai tema.


2004

Mulai menulis buku untuk  berbagai penerbit di Indonesia. Permintaan menulis buku ini sangat banyak, hingga Indari merasa membutuhkan tim penulis.


2007

Ketika memutuskan untuk menikah pada tahun 2007, Indari merasa bahwa pekerjaannya sebagai seorang manager marketing tidak cocok sebagai seorang ibu rumah tangga. Alasannya karena sering bepergian ke luar kota, sehingga khawatir tidak bisa mengurus keluarga. Oleh karena itu, Indari memutuskan untuk berbisnis dari rumah, dengan mengusung jasa penulisan buku. Ia pun mulai merekrut tim penulis, untuk membantunya. Waktu itu bisnis penulisannya masih menggunakan brand Indari Mastuti.

 

2008

Tahun 2008, nama Indari Mastuti berganti menjadi Indscript Creative, yang maknanya diambil dari nama awal Indari, Script yang berarti tulisan, yang Insyaallah selalu Creative. Bersama dengan suami tercinta, Deky Tasdikin, Indari membesarkan Indscript Creative, hingga bisa merambah ke bisnis lainnya.

 

Guidance Book Indscript Creative
Credits: Telegram Stokis

Lini Usaha Indscript Creative

 

1.      Agensi Penulis (2007)

Pada mulanya, Indscript Creative hanya sebagai Agensi Penulis, yang menghubungkan penulis dengan penerbit, seperti Kompas Gramedia, Elex Media, Penebar Swadaya.  Indari juga merekrut penulis dari kalangan ibu-ibu rumah tangga. Sesuai dengan visi dan misnya untuk memerdayakan ibu-ibu dari rumah.

 

2.      Jasa Penulisan Buku Biografi (2009)

Indscript mengembangkan jasa penulisan buku biography. Klien pertama mereka waktu itu adalah, Browies Amanda. Kemudian menyusul  Teh Nini, Ibu Atalia Ridwan Kamil, dan Ibu Siti Oded.

 

3.      Membangun Bisnis Direct Selling (2015)

Produk pertama yang dihasilkan adalah board, papan impian, papan target, dan to do list bagi mompreneur, anak-anak, dan siapa saja yang membutuhkan panduan untuk mengejar target tertentu. Selain itu ada juga Guidance Book, berupa buku panduan dalam berbisnis. Terdapat banyak tema yang menarik. Seperti Kejar Omzet 10 Juta Setiap Hari, Cara Mencari Target Market, CS Direkrut Omzet Dilecut, Ceritain Lalu Closingin, Laris Jualan Apa Saja, dan masih banyak judul Guidance Book lainnya. Indari mencetak sendiri Guidance Book ini dan mendistribusikan sendiri, melalui pasukan reseller-nya yang mencapai ribuan orang, dengan berbagai level.

 

4.      Membangun Percetakan Sendiri (2020)

Demi mendukung peserta yang belajar menulis buku dengannya, Indari membangun percetakan sendiri. Tujuannya agar para peserta kelas menulis ini bisa langsung mewujudkan buku mereka, tanpa harus mengantri lama di penerbit.

 

5.   Membangun Agensi Blogger, Platform Marketplace terhubung.co.id, dan Membangun Channel Rumah The Iin. (2021)

Seperti halnya agensi penulis, Indscript Creative juga membangun agensi blooger. Tujuannya untuk menjembatani para blogger dengan brand-brand yang ingin bekerjasama dalam campaign-campaign produk atau jasa mereka. Selain itu, Indari membangun platform marketplace khusus buat perempuan. Platform ini adalah terhubung.co.id yang diperuntukkan bagi para stokist di jaringan Indscript. Stokist ini ujung tombak pemasaran produk-produk Indscript. Seperti celengan target, wadah bumbu, serum whitening, buku-buku, dan kelas-kelas training khusus untuk perempuan. Indari membangun channel Rumah The Iin di Youtube. Channel ini memuat konten tentang pernikahan dan kehidupan rumah tangga Indari bersama dengan suaminya, Deky Tasdikin.


Kuat Melewati Krisis

Seperti halnya bisnis-bisnis lainnya, Indscript Creative juga pernah mengalami masa pahit kebangkrutan. Di tahun 2010, Indari sempat melakukan kesalahan dalam bisnis jasa penulisannya. Kurangnya control terhadap kualitas tulisan yang dihasilkan oleh para tim penulisnya, membuat ia menghadapi complain dari klien. Indari sempat terpuruk, dan bersedih. Bahkan kendaraannya sempat diambil pihak leasing. Karyawannya yang berjumlah 16 orang, dengan sangat terpaksa harus dilepas, hingga akhirnya hanya sisa 3 orang.

 

5 Budaya Kerja Indscript

 


          Akan tetapi . kesedihannya hanya sementara saja. Ia langsung berburu training, menambah ilmu           bisnis, mengikuti kompetisi bisnis, dan mendirikan komunitas. Hasilnya, Indari berhasil                          memenangkan berbagai kompetisi bisnis tersebut. Di antaranya adalah Indari terpilih sebagai                  Perempuan Inspiratif Nova (2010), dan juara 2 Wirausaha Muda Mandiri (2012). 

          Pada masa itu juga, Indari merasa membutuhkan teman untuk saling menguatkan. Oleh karena              itu, ia mendirikan komunitas IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis) yang beranggotakan 22 ribu, dan IIDB           (Ibu-ibu Doyan Bisnis) yang beranggotakan 130 ribu orang.  

Di awal tahun 2020 yang lalu, Indscript juga sempat merasakan deg-degan, karena  pandemi yang melanda dunia, memukul telak perekonomian Indonesia. Banyak bisnis yang tumbang akibat pandemi ini. Indari Mastuti mengatakan bahwa, untuk bisa bertahan di masa krisis ia, menanamkan lima budaya kerja di Indscript. Yaitu:

1.      Kreatif

Indari Mastuti sangat kreatif membaca peluang yang ada. Seperti awal tahun 2021 saat masyarakat harus berhemat, maka Indscript mengedukasi budaya menabung dengan memasarkan produk celengan target. Celengan ini memiliki tema sesuai dengan tujuan menabung masing-masing orang. Ada celengan haji, celengan umroh, celengan qurban, celengan lunas utang, celengan anak, dan lainnya.

 

2.     Inovatif

Setiap hari selalu ada inovasi baru di Indscript. Mulai dari materi training yang selalu upgrade, metode penyampaian materi, hingga media sosial yang digunakan. Indari selalu melakukan inovasi terhadap produk dan jasa yang ditawarkan oleh Indscript Creative.

 

Inovasi terbaru Indscript, produk basreng
Credits: Telegram Stokist

  3.     Inisiatif

Budaya kerja berikutnya yang dilakukan Indari pada tim-nya adalah inisiatif dalam melakukan perubahan, inisiatif dalam melakukan pembinaan kepada tim dan reseller. Pendekatan yang kekeluargaan memberikan sentuhan tersendiri, sehingga tim rela bekerja secara maksimal untuk mencapai target.

 

4.      Pembelajar

Menjadi tim Indscript artinya harus siap belajar apapun dan kapanpun. Indari sendiri adalah seorang pembelajar sejati. Bahkan, saat mengalami kebangkrutan pun, ia tetap belajar. Setiap kali, ia habis belajar ilmu baru, pasti akan ditularkannya pada tim Indscript dan pasukan reseller-nya.

 

5.     Komunikatif

Salah satu kunci keberhasilan Indscript adalah komunikasi. Bagaimana menjalin komunikasi dengan tim, komunikasi dengan pasukan reseller, dan komunikasi dengan pelanggan. Bahkan, Indari juga membina komunikasi terhadap klien yang complain, dan mengubahnya menjadi closing-an.

 

Terbukti, dengan 5 budaya kerja yang dilakukan oleh Indari Mastuti, bisa membuat Indscript Creative tetap survive. Di tengah masa pandemi seperti sekarang, Indscript justru memerdayakan ibu-ibu rumah tangga, sehingga bisa tetap mendapat penghasilan dari rumah.  Happy Milad ke-14 buat Indscript Creative tercintaa..


Rabu, 16 Juni 2021

Berikut, 7 Rekomendasi Reward Ketika Anak Berprestasi di Sekolah

 Memberikan reward atau hadiah pada anak-anak merupakan sesuatu yang dibolehkan, bahkan disarankan oleh para ahli. Ini merupakan bentuk apresiasi yang kita berikan atas prestasi mereka. Ada yang beraggapan bahwa dengan menjanjikan hadiah bagi anak, akan membuat mereka melakukan sesuatu dengan pamrih. Melakukan yang terbaik dengan mengharapkan hadiah.

Tanpa terasa, sebentar lagi anak-anak akan menghadapi ulangan semester. Orang tua mulai mewanti-wanti agar anak-anak belajar dengan rajin. Mulai mengulang-ngulang materi pelajaran, mengerjakan soal-soal latihan, dan melakukan evaluasi terhadap hasil belajar anak. Anak-anak juga diikutkan berbagai les tambahan sesuai dengan bidang studi yang diinginkan.

1. Jaket

Anak-anak sangat membutuhkan jaket, khususnya saat memasukki musim hujan seperti ini. Berikan hadiah berupa jaket dengan desain favorit mereka. Misalnya, desain artis pujaannya, atau tokoh kartun favorit mereka. Dijamin, mereka akan menyukai reward seperti ini. Jaket, hoodie, atau sweater merupakan atribut yang penting bagi anak-anak yang suka fesyen. Tidak hanya sebagai pakaian pelindung dari cuaca dingin, tetapi sebagai aksesoris pelengkap penampilan. Mereka mengetahui jaket, hoodie, dan sweater terbaru yang lagi trend.  Oleh karena itu, memberikan jaket, hoodie, atau sweater sebagai hadiah atas prestasi mereka merupakan pilihan yang tepat.

Jaket 
Credits: Pexels.com


2. Sepeda

Memiliki sepeda adalah impian setiap anak. Mereka akan berlomba belajar mengendarainya bersama teman-teman sepermainan. Siapa yang paling duluan bisa naik sepeda, akan dianggap hebat. Oleh karena itu, memberikan reward sebuah sepeda tidak pernah basi bagi anak-anak. Setiap tahun, model sepeda akan berganti dan anak-anak menyukai perkembangan pada sepeda mereka. Memberikan reward sepeda juga bisa menginspirasi agar mereka mengendarai sepeda untuk ke sekolah, khususnya bagi anak-anak yang sudah besar. Dengan demikian, akan mengurangi potensi polusi udara, bukan? Selain itu, mereka menjadi terbiasa untuk berolahraga sepeda. Badan menjadi lebih sehat, dan uang transport menjadi aman.


Sepeda
Credits: Pexels.com


3. Gawai

Saat sekolah dilaksanakan secara daring seperti sekarang ini, memberikan reward berupa gawai merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak. Selama ini, tidak semua anak mempunyai gawai sendiri. Mereka harus menunggu orang tua pulang dari kantor untuk meminjam gawai dan mengerjakan tugas sekolah. Inilah yang  menyebabkan banyak anak-anak terlambat mengumpulkan tugas sekolah atau bank soal . Perubahan fungsi gawai sebagai sarana belajar ini, membuat banyak orang tua yang memberikan hadiah berupa gawai bagi anak-anak yang berprestasi.

4. Alat Musik

Anak-anak yang suka bermain musik perlu mendapat dukungan dari orang tua. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah, bisa dengan memberikan reward berupa alat musik pada mereka. Memainkan alat musik merupakan salah satu keahlian yang akan menjadi nilai tambah bagi anak-anak. Tak jarang program-program beasiswa melihat keahlian tersebut sebagai bahan pertimbangan saat memilih kandidat beasiswa. Bahkan Program Pertukaran Pelajar pun melihat keahlian lain pada anak-anak yang menjadi kandidat program. Alat musik yang banyak dimainkan oleh anak-anak adalah gitar, biola, dan piano.  

Piano
Credits: Pexels.com


5. Alat Tulis

Reward berupa alat-alat tulis merupakan sesuatu yang tak lekang dimakan zaman. Anak-anak pun selalu membutuhkannya. Akan tetapi, sebagai hadiah kita bisa memberikan hadiah alat tulis yang sedikit berbeda. Misalnya alat tulis kualitas terbaik atau alat tulis yang bertuliskan nama mereka. Zaman sekarang alat-alat tulis custom seperti itu, sangat mudah dipesan. Bahkan, tidak harus order dalam jumlah yang banyak, untuk membuat alat tulis custom. Bayangkan, betapa mereka akan bangga jika menggunakan alat tulis bertuliskan nama sendiri, bukan? 

6. Liburan

Siapa yang tidak suka liburan? Mm, anak-anak pasti senang sekali jika mendapatkan hadiah berupa liburan ke tempat favorit mereka. Khususnya setelah melewati masa-masa ujian yang berat, tentu menyenangkan jika bisa pergi liburan. Akan tetapi, karena sekarang masih dalam masa pandemi, keinginan liburan harus sedikit ditahan. Kita bisa menikmati liburan di daerah masing-masing saja. Bukankah Indonesia memiliki banyak tempat-tempat dengan pemandangan yang indah. Menikmati suasana sejuk pegunungan atau sekadar menikmati pisang goreng di tepi pantai daerah masing-masing. Anak-anak di perkotaan, bisa melakukan liburan dengan stay cation di hotel setempat.  Manfaatkan voucher-voucher yang banyak di-share oleh pihak hotel dan agen perjalanan. Jangan lupa, tetap menerapkan protokol kesehatan, ya 


7. Perlengkapan Gaming

Hampir semua anak zaman sekarang menyukai game online. Bahkan tak sedikit dari mereka yang bercita-cita menjadi youtuber gaming. Jika anak-anak memiliki minat seperti itu, jangan buru-buru memarahinya. Orang tua sebaiknya mencari informasi terlebih dahulu tentang plus-minus seorang youtuber gaming. Ini dilakukan agar tidak terjadi perang dingin antara orang tua dan anak. Nah, anak-anak yang mempunyai minat sebagai youtuber gaming, sangat cocok jika diberikan reward berupa perlengkapan gaming. Seperti layar yang lebih nyaman, mikrofon, laptop, kamera, atau headset.


Tidak perlu diberikan semua sekaligus. Cukup berikan item yang memang sangat dibutuhkan oleh anak. Misalnya, menggantikan alat terdahulu yang sudah tidak maksimal fungsinya. Pemberian ini tidak hanya sebagai hadiah atas prestasi anak, melainkan juga sebagai bentuk restu kita terhadap minat anak-anak. Hanya saja, anak-anak harus tetap dalam pengawasan orang tua, agar mereka tidak terjebak dengan game online yang saja, melainkan juga mengakses blog pendidikan . Ini juga bisa menjadi ajang negosiasi dengan anak. Mereka akan rajin belajar, jika diizinkan bermain maksimal 1 jam sehari. Buat perjanjian dengan mereka, khususnya buat anak-anak yang menuju remaja. Mereka harus belajar cara menghargai waktu dan tidak menyia-nyiakannya dengan bermain sepanjang hari. 


Pemberian reward atas prestasi anak-anak ini, boleh-boleh saja dilakukan. Dengan harapan bisa menambah semangat belajar mereka, menjadi lebih baik. Meningkatkan semangat juangnya saat menghadapi kesulitan dalam belajar. Akan tetapi, intensitas pemberian reward ini jangan terlalu sering. Dikhawatirkan akan membuat anak-anak  pamrih dalam melakukan sesuatu. Mereka hanya akan berusaha dengan keras jika diiming-iming dengan hadiah. Tentunya kita tidak menginginkan mereka bersifat seperti itu, bukan? Oleh karena itu, bijaklah saat ingin memutuskan untuk memberikan reward pada anak. Jadikan reward sebagai sebuah kejutan yang tidak diduga, bukan sesuatu yang wajib diberikan pada mereka. 


Sekolah Reseller, Membina Reseller Agar Memiliki Omzet Puluhan juta Perbulan

  Akhir-akhir ini, profesi reseller banyak terdengar di media social. Mulai dari anak-anak muda, mahasiswa, bapak-bapak, hingga ibu rumah ...