Kamis, 03 Juni 2021

Geliat Pemberantasan Kusta Saat Pandemi di Indonesia

Setahun terakhir ini, kita disibukkan dengan pandemic Covid-19 yang memakan banyak korban jiwa. Virus yang menyerang saluran pernapasan ini merupakan penyakit menular yang menyebar dengan cepat. Ini membuat banyak aktivitas publik yang dibatasi. Tidak hanya di bidang pendidikan, dan ekonomi, bahkan di bidang layanan kesehatan pun dibatasi. Kegiatan di puskesmas-puskesmas juga dibatasi, sehingga penanggulangan beberapa penyakit sedikit terhambat. Termasuk penyakit kusta, yang di Indonesia menduduki peringkat ke-3 di dunia, setelah India dan Brasil, menurut data dari WHO. 


Kusta Bukanlah Penyakit Kutukan

Penyakit kusta masih merajalela di Indonesia, hal ini karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri. Ini karena ada stigma negatif di lingkungan masyarakat terhadap penderita kusta. Selain itu kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penyakit kusta itu sendiri. Oleh karena itu NLR bersama dengan Ruang Publik KBR mengadakan talk show live Youtube tentang Geliat Pemberantas Kusta dan Inklusif Disabilitas pada Senin, 31 Mei 2021. Hadir sebagai pembicara adalah:

1. Komarudin, S.Sos. M.Kes selaku Wasor Kusta Kabupaten Bone

2. DR. Rohman Budijanto, SH, MH selaku Direktur Eksekutif The Jawa Pos Institut of Pro-Otonomi-JPIP Lembaga Nirlaba Jawa Pos yang bergerak di bidang otonomi daerah.


Talkshow Ruang Publik Tentang Kusta
Credits: Dokpri


Gejala yang sering ditemukan pada penderita kusta: 

Bercak-bercak Kusta ditularkan oleh kuman kusta atau mycobacterium leprae. Kusta merupakan penyakit menular, tapi tergolong sangat sulit menular. Berdasarkan survy yang dilakukan oleh NLR Indonesia, dari 100 orang yang terpapar kusta, hanya 3 orang yang tertular dan perludiobati. Jika menemukan bercak-bercak seperti itu, segeralah memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. 

Selama pandemi Covid-19 ini, memang temuan kasus penderita kusta menurun. Hal ini karena aktivitas di puskesmas sendiri dibatasi, sehingga penanganan terhadap kusta tidak maksimal. Jumlah pasien yang datang berobat ke puskesmas dibatasi, dan jam operasional puskesmas pun dibatasi. Masyarakat pun, enggan datang ke puskesmas jika hanya menderita sakit ringan saja. Sedangkan gejala kusta dianggap ringan karena mirip dengan penyakit kulit lainnya. 

NLR Indonesia tak henti-hentinya melakukan edukasi terhadap masyarakat tentang pentingnya memeriksakan diri sedini mungkin. Ini penting dilakuka agar kusta tidak mengakibatkan disabilitas bagi penderitanya. 



Tentang NLR Indonesia
NLR Indonesia adalah organisasi non profit yang mendorong pemberantasan kusta dan inklusi disabilitas yang diakibatkan kusta.

Dengan adanya edukasi yang dilakukan oleh NLR Indonesia ini, diharapkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap gejala kusta dan akibat yang ditimbulkan oleh kusta, akan semakin tinggi. Edukasi ini juga diharapkan bisa menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap penderita kusta, dan mantan penderita kusta. Para pemilik usaha pun, bisa mencontoh Jawa Pos yang menerima pekerja dari kalangan disabilitas. Sehingga, para mantan penderita kusta ini tidak kesulitan mencari pekerjaan. Baik di masa normal maupun di masa pandemi seperti sekarang. Mari bersama-sama kita peduli terhadap kusta dan pemberantasannya di Indonesia, demi terwujudnya Indonesia Bebas Kusta

Rabu, 19 Mei 2021

Ceriakan Harimu Dengan MoodScentTM dari Cussons Baby Powder

 

Pernah mendengar pujian seperti ini..“Mm, wangimu seperti bayi.”

Jangankan anak-anak, emak-emak seperti saya pun pasti akan senang jika dibilang wangi seperti bayi.

Sekali waktu, ada yang memuji, “Wah, kulitmu halus seperti kulit bayi.” Jika mendapat pujian seperti ini, emak manapun pasti akan merasa happy.

Yup, wangi bayi merupakan wangi yang tidak bisa ditolak siapapun. Oleh karena itu, produk toiletries bayi disukai dan digunakan, tidak hanya oleh bayi saja. Bahkan, anak remaja, dan orang tua pun banyak menggunakan toiletries bayi. Khususnya bedak bayi.

 Ngomong-ngomong soal bedak bayi, emak pasti tidak asing lagi dengan Cussons Baby Powder, bukan? Hampir semua pernah menggunakan Cussons Baby Powder.  Saya sendiri, terakhir memiliki bayi sendiri itu, sekitar 11 tahun yang lalu. Akan tetapi, bedak bayinya sampai sekarang masih ada di rumah. Anak-anak sudah terbiasa dengan formula Cussons Baby Powder  serta wanginya yang lembut. Apalagi sekarang Cussons Baby Powder memiliki tiga wangi baru, yaitu:

-           Sakura, untuk membangkitkan mood love bayi saat merasakan sentuhan ibu yang penuh cinta dan kasih sayang.

Cussons Baby Powder variant Sakura
Credits: Cussonsbaby.co.id


-           Vanilla, untuk membangkitkan mood relax, yang membuat bayi merasa lebih nyaman.

Cussons Baby Powder variant Vanilla
Credits: Cussonsbaby.co.id



-           Mixed Berry, untuk membangkitkan joy, yang membuat bayi lebih ceria.

Cussons Baby Powder Berry
Cussons Baby Powder variants Berry
Credits: Cussonsbaby.co.id


Tidak hanya itu, wangi baru ini juga diformulasikan dengan inovasi
Moodscent, yang mendukung kenyamanan dan kesegaran pada bayi. Moodscent juga membantu meningkatkan emosi positif, dan meningkatkan ikatan antara bayi dan orangtua.

Saya masih ingat, dulu setiap anak-anak habis mandi, saya taburkan bedak di tubuh mereka sambil di usap-usap perlahan. Usapan ini seperti pijatan yang menstimulus saraf-saraf mereka. Tadinya saya melakukan hal tersebut, sesuai dengan arahan dari dokter anak, tempat saya biasa melakukan imunisasi.

 

Ternyata pijatan ini ada penelitian, loh.

Profesor Francis McGlone, salah seorang pakar neuroscience terkenal telah bekerja sama dengan tim riset Cussons. Mereka memahami bahwa sentuhan lembut pada bayi dapat memengaruhi emosi dan perkembangan otak bayi. Profesor dari Liverpool JM University, UK ini memaparkan temuannya akan efek sentuhan lembut pada bayi. Kita sering mendengar bahwa seorang bayi yang dilahirkan premature, dianjurkan untuk sering diberikan sentuhan oleh ayah dan ibunya, bukan? Ini karena sentuhan sentuhan pada bayi akan mendukung system kekebalan tubuh, memengaruhi suasana hati, tingkat stress, serta manfaat positif lainnya.


Titik Sentuhan
Credits: Cussonsbaby.co.id


Benefits of Touch for baby’s development 

-      -    Sentuhan merupakan elemen penting bagi system kekebalan bayi.

-   -    Efek sentuhan dapat memengaruhi perkembangan fisik, kemampuan bahasa, kognitif, emosional, dan kompetensi sosial.

-     -    Sentuhan dapat yang dapat meningkatkan hormone cortisol yang dapat meningkatkan imunitas tubuh.

I    

     Certain application of touch

-  Penelitian mengatakan bahwa Neurofibre yang ada di tubuh kita, akan merespon secara optimal setiap sentuhan yang didapatnya.

-    Neurofibre banyak terdapat di daerah belakang kepala, sekitar wajah, dan sekitar daerah perut.

-  Secara jangka panjang, sentuhan pada bayi akan berdampak positif bagi dirinya untuk mengendalikan stress.


Important correlation of Touch, Product, and Fragrance 

-    Produk yang berkualitas seperti Cussons Baby Powder, dapat merangsang fungsi neurofibre menjadi lebih optimal. 

-    Tiga pilihan aroma yang menyertai sentuhan dapat membuat bayi mengenal hubungan harmonis antara sentuhan dengan aroma yang menyenangkan.

-    Memberikan banyak pilihan bagi orangtua untuk memilih wangi yang cocok untuk bayi-bayi mereka. 


Mm, ternyata sentuhan lembut pada bayi jangan dianggap remeh ya, Maks. Manfaatnya banyak sekali. Apalagi kalo menggunakan Cussons Baby Powder yang super wangi, dijamin sentuhan kita akan semakin dinikmati oleh bayi. Truss, kalo udah nggak punya bayi, batita, balita, bahkan manula pun bisa tetap menggunakan Cussons Babby Powder, kok. Insyaallah, pikiran menjadi lebih santai, dan terhindari dari stress. 

Senin, 16 November 2020

Canangkan Program Produksi Konsumsi untuk Kesejahteraan Pangan Indonesiaku

 

Jika saya menjadi pemimpin, apa yang akan saya lakukan untuk Indonesia? Pertanyaan ini terngiang-ngiang di telinga, saat melihat kondisi Indonesia akibat demo beberapa waktu yang lalu. 

Padi
pexels.com


Indonesiaku yang indah dengan segala keanekaragamannya, saya beruntung bisa mengunjungi berbagai wilayah di Indonesia tercinta. Ini karena profesi suami sebagai konsultan tenaga ahli yang sering mendamping para kepala daerah di berbagai wilayah Indonesia.

Suami tidak hanya mengajak melihat tempat-tempat wisata dengan pemandangan yang indah. Beliau juga mengajak saya dan anak-anak melihat daerah pesisir Maluku yang masih terbelakang, serta daerah-daerah terpencil lainnya. Melihat dan menyaksikan bagaimana kehidupan sehari-hari mereka. Bahkan, kami selalu menyempatkan untuk live in minimal sehari semalam di desa tersebut. 

Masyarakat yang tidak terjangkau fasilitas air bersih dan listrik, serta masyarakat yang kehidupannya masih jauh dari layak. Melihat dari dekat kehidupan masyarakat pesisir di Maluku, dan di desa-desa terpencil lainnya. Kita pernah mengenal sebuah keluarga yang hanya bisa memasak bubur untuk santapan sehari-hari. Bukan bubur ayam dengan berbagai topping buat sarapan, bukan semewah itu. Ini hanya bubur nasi yang ditabur sedikit garam buat menimbulkan rasanya, dan dimakan tanpa topping apapun. Betul-betul hidangan yang sangat minimalis. Ironisnya ini bukan buat sarapan, melainkan untuk hidangan utama yang hanya bisa mereka santap sekali sepanjang hari.

Saya pun pernah mengenal someone yang merebus air dengan potongan bawang merah sebagai lauk makan anaknya. Yup, si anak hanya makan nasi dengan kuah bening tanpa sayur. Masih beruntung mereka mempunyai nasi. Beruntung, saya melihat kejadian ini, sehingga bisa berbagi sedikit rezeki yang kami punya. Akan tetapi, berapa banyak masyarakat yang kehidupannya seperti, dan luput dari pantauan kita dan pemerintah?

 

Pemerintah memang mencanangkan berbagai program untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Akan tetapi, masih ada saja masyarakat yang betul-betul membutuhkan bantuan, yang tidak terdata oleh dinas terkait. Entah salahnya di mana?

Ketika bicara tentang kesejahteraan pangan, kita akan menuju ke sektor pertanian dan para petani sebagai penggeraknya. Dilansir dari msn.com (28/08/2020), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa jumlah petani di Indonesia berkurang drastis. Sebelumnya jumlah petani mencapai 34, 58 juta dan sekarang jumlah petani mencapai 33, 4 juta petani. Padahal untuk mencapai ketahanan pangan, Indonesia harus mempunyai regenerasi petani. Anak-anak muda diharapkan memiliki keinginan untuk menjadi petani. Akan tetapi, kesan petani yang kotor dan berpenghasilan rendah tentu tidak menarik bagi anak-anak urban zaman sekarang. 

Peran generasi muda saat ini sangat dibutuhkan. Indonesia mencanangkan tahun 2021 sebagai Tahun Ketahanan Pangan Indonesia. Jika ingin ini berhasil, pemerintah harus menggaet sebanyak mungkin masyarakat, khususnya anak muda untuk mau "bertani". 


Kamis, 17 September 2020

Review: Lister.co.id Sebagai Solusi Meningkatkan Skor IELTS Anda

Sewaktu masih kuliah dulu, saya bercita-cita ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri, atau sekalian bekerja dan tinggal di luar negeri. Mungkin, karena pengaruh dari novel-novel John Grisham dan N.H. Dini yang sering saya baca di sela-sela jadwal kuliah. John Grisham mendeskripsikan dengan sangat baik setiap kota yang menjadi latar belakang cerita di novelnya. Ini membuat saya larut dan membayangkan berada di kota-kota tersebut. Mulai dari keindahan kota Paris, Roma, New York yang hiruk pikuk, serta London yang anggun. Begitupun dengan N.H. Dini, yang begitu apik menceritakan setiap kota yang menjadi latar belakang ceritanya.


Belajar Online

Credit: Pexels.com

Impian ini membuat saya nekat belajar bahasa Inggris dengan fasilitas seadanya. Sewaktu SMP, orang tua belum menganggap perlu untuk mengikuti kursus bahasa Inggris. Oleh karena itu, saya belajar dengan mengandalkan film-film yang ada di televisi. Bahkan, saya menyiapkan sebuah buku tulis khusus, untuk mencatat  setiap dialog yang bisa ditangkap telinga saya waktu itu.

Seperti kata ... “any body home?, are you there?, let it be me”. Ini saya pelajari dari menonton film, dan masih banyak lagi ungkapan-ungkapan yang berhasil saya catat saat masa SMP hingga SMA. Baru setelah duduk di bangku kuliah, saya ikut kursus bahasa Inggris di salah satu lembaga bahasa di Palembang.

Sayangnya, waktu itu info tentang persiapan kuliah ke luar negeri masih minim. Yup, saya generasi 90-an, di mana internet belum meluas seperti sekarang. Anak-anak sekarang yang berencana untuk kuliah ke luar negeri, tinggal browsing saja di internet, maka info-nya akan bermunculan. Mulai dari universitas yang menjadi rekomendasi, program-program beasiswa, hingga persiapan untuk kuliah ke luar negeri. Bahkan, terdapat grup-grup di media sosial khusus untuk kuliah dan bekerja ke luar negeri. Salah satu persiapan yang harus mendapat perhatian lebih adalah kemampuan berbahasa Inggris. Standar kemampuan bahasa Inggris Internasional yang dipakai di dunia adalah IELTS atau Internasional English Language Testing System. IELTS akan menguji kemampuan berbahasa Inggris Anda, mulai dari mendengarkan (listening), menulis (writing), berbicara (speaking), dan membaca (reading).

Pandemi yang melanda dunia sejak Januari 2020 ini, berdampak pada semua bidang, termasuk bidang pendidikan. Kemetrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia  menetapkan kegiatan belajar dan mengajar dilakukan secara daring. Bahkan, kegiatan wisuda beberapa universitas pun dilakukan secara virtual. Banyak agenda pendidikan menjadi tertunda atau dialihkan, demi memutus rantai penyebaran virus COVID -19. Seperti halnya mereka yang berencana melanjutkan kuliah atau bekerja ke luar negeri, terpaksa menunda rencananya.

Akan tetapi, walaupun demikian, tidak ada salahnya mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris Anda sejak dari sekarang. Anda bisa mulai belajar mempersiapkan diri untuk mengikuti tes IELTS demi kepentingan study atau bekerja di luar negeri. Demi tetap menjalankan protokol kesehatan COVID-19, Anda bisa mencoba kursus IELTS secara online di lister.co.id. Anda juga bisa belajar untuk meningkatkan skor IELTS agar  bisa menembus universitas yang diinginkan, atau mengejar beasiswa impian. 

Mengenal Lister.co.id

Lister.co.id adalah one stop learning paltform, di mana Anda bisa belajar bahasa dari mana saja dan kapan saja. Jangan khawatir, Anda bisa menyesuaikan ritme belajar sesuai dengan kecepatan belajar dan level kemampuan berbahasa Anda. Jika ingin mengenal lebih dekat lister.co.id Anda bisa menyimak video berikut ini. 




 

Mengapa harus Lister.co.id?

-       Kapanpun, Di manapun 

     Sistem belajarnya yang secara online, membuat Anda bisa belajar dari mana saja dan kapan saja.

-       Dukungan Penuh 

      Jika Anda memiliki pertanyaan, tim Lister.co.id siap membantu setiap saat.

-      Kualitas Tinggi

Materi belajar dibuat dengan standar internasional yang disesuaikan dengan metode pengajaran lister.co.id.

-       Live Interaktif

Kelas apapun yang Anda pilih, disesuaikan dengan tujuan belajar. Anda akan belajar sesuai dengan kecepatan dan level belajar masing-masing.

-       Terjangkau

Kelas standar internasional denga harga yang terjangkau. Anda bisa mengakses materi selama 24 jam selama 7 hari seminggu.

-       Guru Bersertifikasi

Para pengajar di Lister.co.id adalah Foreign Lister Teacher yang bersetifikasi, dan telah mendapat pelatihan terlebih dahulu sebelum mengajar bahasa Inggris.

-       Support Comunity

Lister.co.id juga menyediakan komunitas pendukung untuk menemani belajar dan melayani konsultasi terhadap perkembangan Anda.

-       Bergaransi

Lister.co.id memberikan garansi skor IELTS 7 dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.


So, jangan sia-siakan waktu. Persiapan diri dengan belajar lagi untuk meningkatkan skor IELTS Anda. Sehingga ketika pandemi selesai, tiba saatnya mengejar impian untuk kuliah atau bekerja ke luar negeri, Anda sudah siap!


Rabu, 29 Juli 2020

Manajemen Perusahaan Lebih Simpel dengan Sofware Payroll

Sejak pandemi Corona yang disebabkan oleh virus COVID-19 melanda seluruh dunia, dampaknya terlihat di berbagai bidang. Mulai dari bidang pendidikan, sosial budaya, dan ekonomi. Salah satu penyebabnya adalah karena kebijakan pemerintah untuk melakukan social distancing atau pembatasan kegiatan sosial. Pembatasan kegiatan fisik dàn sosial secara besar-besaran pun dilakukan di berbagai kota, untuk memutus rantai penyebaran virus. 

Proses Perhitungan Gaji Karyawàn
Credit: pexels.com

Hampir empat bulan berlalu sejak kasus pertama ditemukan awal Maret di Depok, kondisi perekonomian Indonesia berada pada titik memprihatikan. Ribuan perusahaan melakukan berbagai manuver demi menyelamatkan perusahaan. Mulai dari pembagian shift kerja yang lebih sedikit, pembatasan jam operasional atau jam kerja, pembatasan jumlah produksi, hingga di titik paling akhir adalah melakukan pengurangan karyawan. 

Dengan situasi yang tidàk biasa ini, akan sàngat memusingkan jika administrasi karyawan masih menggunakan sistem manual. Betapa sibuk staf HRD perusahaan saat menghitung gaji karyawan berdasarkan gaji pokok, uang tunjangan, uang lembur, ataupun uang bonus. Seperti saat pàndemi seperti sekarang, ada perusahaan yang menetapkan jam kerja bergantian pada karyawannya. Seminggu masuk, dan seminggu kemudian libur. Bisa dibayangkan kerepotan menghitung gaji mereka berdasarkan absensi kehadiran. Apalagi jika karyawan perusahaan yang diurus mencapai ratusan atau ribuan orang. 

Sebenarnya sudah banyak perusahaan yang menggunakan absensi sidik jari. Akan tetapi, absensi sidik jari dirasa kurang efektif. Ini karena absensi sidik jari hanya dapat memverifikasi kehadiran, tidak dapat mengolah data dan informasi lainnya. Sehingga staf HRD sulit memantau dan mengontrol aktivitas karyawan. Seperti penjadwalan, pembagian shifting, dan juga hal administratif lainnya. Akhirnya dipilih solusi praktis yang dapat digunakan yaitu dengan menggunaan sofware absensi

  
Akan tetapi, sofware absensi diharapkan memiliki konektivitas dengan perhitungan gaji. Ini untuk memudahkan pekerjaan staf HDR, saat menghitung dan membayar gaji karyawan. Sebuah perusahaan yang sedang berkembang, sebaiknya menggunakan payroll sebagai sofware absensi.

Memasuki era industri 4.0 hampir semua bidang mengalami perubahan, dari konvensional menjadi digital. Perusahaan-perusahaan mulai berbenah diri. Membenahi sistem mereka, agar kinerja perusahaan menjadi maksimal. Salah satu yang mereka lakukan adalah dengan menggunakan sofware payroll

Apa sih Payroll
Payroll adalah sistem administrasi untuk proses perhitungan gaji karyawan. Dengan menggunakan sofware payroll, sistem penggajian ini berlangsung lebih mudah, sehingga pekerjaan staf HRD menjadi lebih ringan. 

Payroll merupakan sistem administrasi penggajian perusahaan untuk karyawan atau pegawai secara lebih mudah. Sistem payroll memudahkan pekerjaan rutin staf HRD setiap bulannya dalam menghitung gaji yang harus dibayarkan dan dihitung berdasarkan gaji pokok, tunjangan transport, uang makan, dan uang lembur. 


Kelebihan Sistem Payroll
Apa saja kelebihan yang dimiliki sofware payroll, sehingga perusahaan disarankan untuk menggunakannya? Di antaranya adalah sebagai berikut:

Terintegrasi dengan Absensi
Oleh karena sistem payroll berbasis aplikasi, maka staf HRD lebih mudah melihat kinerja karyawan dalam satu bulan. Sofware payroll yang terintegrasi dengan absensi, membuat perhitungan gaji menjadi lebih mudah. Karyawan yang tidak masuk kerja, akan tercatat dalam sistem yang sekaligus melakukan perhitungan terhadap gajinya. Termasuk jika ada tunjangan lain, bonus, uang makan, dan upah lainnya. Oleh karena itu, sebelum menggunakan sofware payroll, perusahaan harus terlebih dahulu memasukkan besaran gaji pokok, uang lembur, dan hal lainnya yang memudahkan dalam proses penghitungan gaji karyawan. 

Hemat Waktu dan Tenaga
Penggunakan sofware payroll ini juga bisa membuat perusahaan melakukan penghematan tenaga kerja. Jika perhitungan gaji secara manual membutuhkan lebih banyak karyawan HRD, maka dengan menggunakan sofware payroll, staf HRD cukup 1-3 orang saja. Secara waktu pengerjaan juga akan lebih hemat, sehingga perusahaan tidak perlu membayar upah lembur bagi staf HRD jika menjelang hari gajian. 

Dengan adanya sofware payroll, diharapkan akan memudahkan pekerjaan stàf HRD perusahaan, sehingga kinerjanya bisa lebih maksimal lagi. Bagi perusahaan pun, penggunaan aplikasi payroll merupakan bentuk kemajuan teknologi informasi yang bisa memangkas waktu dan tenaga. Semoga makin banyak perusahaan yang menggunakan sofware payroll. 
Review Film (Spoiler Alert)
Judul Film: The Royal Tailor
Rilis: 24 Desember 2014 (Korea Selatan)
Sutradara: Lee Won-suk
Pemain: Han Suk-kyu, Go Soo, Park Shun-hye, dan Yoo Yeon-seok.
Durasi : 2 jam 7 menit


Royal Tailor 

Nominasi: Penghargaan Seni Baeksang untuk Best Supporting Actor, Penghargaan Grand Bell untuk Aktor Pendukung Terbaik, Grand Bell Award for Best Cinematography, Grand Bell Award for Best Lighting, Grand Bell Award for Best Sound Recording

Penghargaan: Penghargaan Seni Baeksang untuk Kategori Film: Aktris Populer, Penghargaan Grand Bell untuk Penata Artistik Terbaik, Grand Bell Award for Best Costume Design.

*************

Pernahkah terpikirkan oleh kita, bahwa ada bahan pakaian atau model pakaian tertentu yang hanya boleh dipakai oleh satu golongan saja? Ternyata ada, loh. Bahan itu adalah sutra. Zaman Dinasti Joseon, kain sutra hanya boleh dipakai oleh kalangan bangsawan dan raja. Oleh karena itu, orang-orang pada masa itu berusaha sekuat tenaga dengan berbagai cara, agar bisa mendapat gelar bangsawan dari raja.

The Royal Tailor bercerita tentang persaingan dua penjahit pada masa Dinasti Joseon. Jo Dol-Seok adalah seorang penjahit kerajaan yang telah mengabdi selama 30 tahun. Ia bertanggung jawàb menjahit pakaian untuk raja dan ratu. Sebuah posisi yang sangat terhormat.
Jo Dol-Seok berasal dari kasta terendah, dan dilatih menjadi penjahit sebagai budak belian. Ia belajar dengan keras agar bisa menjadi penjahit pakaian keluarga kerajaan dan berharap mendapat gelàr bangsawan karena pengabdiannya. Salah satu alasannya agar bisa menggunakan pakaian dari sutra yang indah dan mahal. Yup, zaman itu kasta seseorang terlihat dari pakaian yang digunakannya.

Jo Dol-Seok menganggap dirinya adalah desainer terbaik pada masa itu. Suatu ketika, datang seorang penjahit muda yang urakan dan flamboyan, yang berhasil memperbaiki baju kebesàran raja dalam waktu 24 jam. Jo Dol-Seok merasa posisinya terancam. Le Gong-Jin, sang penjahit urakan tersebut, memiliki ide-ide unik untuk desainnya. Hampir semua orang ingin menggunakan rancangannya. Gong-Jin selalu ada ide membuat pakaian yang cocok dengan pemakainya. Para wanita kelihatan cantik dan seksi dengan pakaian karyanya. Begitupun dengan para lelaki, dengan pakaian yang diukur sesuai dengan ukuran badan mereka. Pada zama itu, pakaian masih dibuat dengan satu ukuran. Sehingga ada yang kebesaran atau kekecilan.

Film yang bergenre kolosal ini sangat menarik. Saya yang sangat menyukai sejarah, semakin tertarik dengan film ini, karena ada sejarah dunia fesyen-nya. The Royal Tailor ini tidak hanya mengangkat kisah percintaan raja dan ratu, serta intrik perebutan posisi ratu, melainkan juga mengangkat kisah penjahit pada masa Joseon.

Dinasti Joseon dikenal dinasti yang menjadi cikal bakal budaya, teknologi dan berbagai perkembangan lainnya. Para penjahit kerajaan ini berkarya dengan alat-alat sederhana. Mereka tidak menggunakan buku sketsa untuk membuat pola, tidak menggunakan meteran untuk mengukur, tidak ada mesin jahit maupun mesin bordir.

Mereka mengambil ukuran dengan menggunakan benang, dan menjahit dengan tangan. Bahkan bordiran dengan benang emas yang berkilauan dan mewah itu dikerjakan dengan tangan. Terlihat tangan penjahit yang terluka dan kapalan, karena sering menarik benang. Ketika Jo Dol-Seok mendobrak kediaman Gong-Jin, ia kaget dengan kecerdikan Gong-Jin yang menggunkan sketsa pola untuk setiap desainnya.

Dunia fashion selalu menarik untuk di tonton. Saya selalu takjub dengan ide orang-orang yang bekerja di dunia fashion. Di berbagai artikel yang saya temui, ternyata di abad pertengahan, hanya perempuan bangsawan ynag menggunakan pakaian dalam. See, pakaian dalam saja dibatasi penggunaannya. Apalagi pakaian luar atau gaun pesta. Kelihatan sekali perbedaan kasta-nya. Beruntung kita hidup zaman sekarang, bisa beli gamis brand apa saja asalkan ada uangnya.

Ketika Gong-Jin membuatkan sebuah baju untuk Ratu, banyak orang yang menyukainya. Mereka pun minta agar dibuatkan baju yang sama, tentu dengan bahan yang beda. Boleh dibilang, ratu merupakan trend setter fashion pada masa itu. Seorang selir yang ingin merebut kekuasaan ratu, memanfaatkan hal ini sebagai black campaign.

Padahal trend fashion itu terjadi sepanjang waktu. Tahun 1560, saat Ratu Elizabeth I mendapatkan hadiah stoking sutra, dan mulai sering memakainya. Masyarakat pun ikut-ikutan menggunakan stoking. Fashion ini tidak hanya menyebar di wanita Inggris saja, bahkan sampai ke seluruh Eropa hingga akhirnya ke Asia.

Seperti halnya Mary Phelps Jacob, yang berkreasi dengan saputangannya untuk menciptakan bra, di tahun 1914. Penemuan ini merupakan sebuah fesyen saat itu yang diikuti oleh banyak wanita.

Saya gregetan ketika raja yang berhasil dihasut selir menganggap bahwa ratu membawa aib bagi kerajaan, karena model pakaiannya ditiru rakyat. Duh, raja kudet banget, sih. Justru bagus kalau ratu menjadi trend setter fesyen. Berarti ratu adalah orang yang diakui kecantikannya oleh rakyat.

Kalian yang penasaran dengan proses pembuatan pakaian zaman Joseon, bagaimana proses pencarian warna baju, bolehlah luangkan waktu selama dua jam, tujuh menit untuk menyaksikan film The Royal Tailor ini. Dijamin film-nya tidak membosankan. Saya selalu takjub dengan cara Gong-Jin menemukan ide untuk desainnya, dan cara ia menentukan warna pakaian ciptaannya. Bahkan, Go-Jin mencari dan meramu warna yang belum ada, loh. Tak heran, pakaian yang digunakan ratu saat ada jamuan kerajaan, berhasil mengundang decak kagum orang yang melihatnya. Bagaimana karier Gong-Jin selanjutnya? Dan, apakah Jo Dol-Seok berhasil menjadi bangsawan seperti cita-citanya? Cuss, nonton aja. 😍

********

#NAD_30HariMenulis2020
#Hari_ke_14
#NomorAbsen_118
Jumlah kata: 794

Referensi:
https://www.idntimes.com/hype/fun-fact/mirqotul-aliyah/dinasti-joseon-c1c2/5
https://m.brilio.net/film/10-drama-korea-kolosal-diangkat-dari-kisah-nyata-190429r.html
https://www.liputan6.com/global/read/2673440/seperti-ini-10-bentuk-pakaian-dalam-unik-pada-masa-lalu

Kamis, 02 Juli 2020

Review Buku Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela

Judul : Totto Chan–Gadis Cilik di Jendela
Penulis : Tetsuko Kuroyanagi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 272 Halaman


Buku Totto-chan, koleksi Bun

Saat ikut kompetisi Duta Parenting Center ynag diselenggarakan tahun 2014 silam, saya mendengar tentang buku Totto-chan. Teman-teman yang bergelut di bidang pendidikan dan parenting, berulang kali membahas isi buku ini.

Sejak saat itu, saya pun berburu buku Totto-chan. Baik secara online maupun offline dengan mendatangi toko buku setiap kali ada kesempatan nge-mall. Hingga suatu hari di 2018, saat menemani Dani (sulung kami) yang harus menjalani perawatan di RSCM, saya berkesempatan main ke Taman Ismail Marzuki. Ada pertunjukan teater waktu itu. Lumayan, menepi sejenak dari urusan obat dan pemeriksaan medis. Saya menemukan Totto-chan di salah satu rak toko buku di sana.

Asyikk, akhirnya dapat juga buku Totto-chan. Ternyata ada drama lagi sesudahnya, gaes. Besoknya kita check out dari hotel yang dekat RSCM, si Totto-chan ketinggalan di kamar hotel. Untung, petugas hotelnya baik. Bukunya disimpan dan saya ambil lagi dua hari kemudian. Yup, kita menginap lagi di sana karena Dani harus menjalani pemeriksaan medis lagi.

Mengapa sih, kok ngebet banget baca Totto-chan?
Saya penasaran, mengapa buku ini direkomendasikan oleh banyak teman? Menurut mereka, Totto-chan ini penuh inspirasi tentang dunia pendidikan. Bagaimana bapak kepala sekolah Sasuke Kobayashi menghadapi anak didiknya yang istimewa.

Totto-chan adalah nama kecil dari sang penulis yaitu Tetsuko Kuroyanagi, dan buku ini menceritakan pengalaman masa kecil Totto-chan bersekolah.

Kisah diawali dengan perjalanan Mama dan Totto-chan ke sekolah baru. Totto-chan tidak mengerti, mengapa ia harus pindah sekolah. Ia tidak tahu kalau pihak sekolah menghubungi Mama dan mengatakan bahwa mereka tidak sanggup lagi mengajar Totto-chan. Jadi, sebenarnya Totto-chan dikeluarkan dari sekolah saat kelas 1 SD!

Membaca halaman demi halaman Totto Chan membuat saya tertawa. Bagaimana tidak? Begitu banyak "kenakalan" Totto-chan sehingga gurunya kewalahan menghadapinya. Sekolahnya yang lama memiliki meja seperti peti yang tutupnya dibuka ke atas. Totto Chan sangat tertarik dengan meja ini, hingga membukanya berulang kali selama pelajaran. Hal ini membuat ibu gurunya pusing. Belum lagi kelakuannya yang sering berdiri di jendela dan memanggil tukang musik jalanan. Bu guru harus bersabar dengan segala kegaduhan yang diciptakan Totto Chan.

Sekarang Mama mengantarkan Totto Chan ke sekolah yang baru. Sekolah ini bernama  Tomoegakuen. Gerbangnya berupa dua batang kayu hidup, yang ada batang dan daunnya. Satu hal yang membuat Totto-chan senang adalah kelasnya berupa gerbong kereta. Bukankah ia bercita-cita menjadi penjual karcis kereta? 

Mama khawatir kalau Totto-chan tidak akan diterima di sekolah yang baru. Oleh karena itu, Mama mengatakan kepada Totto-chan agar sopan ketika bertemu dengan Kepala Sekolah. Ternyata, kepala sekolah menyuruh Mama pulang dan meninggalkan Totto Chan. Bahkan, kepala sekolah bersedia mendengarkan cerita Totto Chan selama 4 jam penuh! Suatu hal yang tidak pernah dilakukan gurunya yang dulu. Mereka mungkin tidak mengira seorang anak usia 7 tahun mempunyai begitu banyak hal untuk diceritakan.

Di kelas Totto Chan ada 9 orang anak. Uniknya di sekolah gerbong ini pelajaran anak-anak dalam satu kelas tidak sama. Guru memberi kebebasan pada anak, pelajaran apa yang mau mereka pelajari hari ini.

Saat jam makan siang di sekolah, kepala sekolah meminta orang tua menyiapkan menu “Sesuatu dari pegunungan dan sesuatu dari laut”. Kalau ada bekal seorang anak yang hanya membawa salah satunya saja, maka kepala sekolah akan meminta isterinya buat melengkapi menu tersebut.

Salah satu ide cemerlang dari kepala sekolah adalah saat pelajaran jalan-jalan. Anak-anak tentunya sangat menyukai jalan-jalan, bukan? Di Tomoe, guru akan menjelaskan banyak hal saat pelajaran jalan-jalan. Secara tidak sadar, anak-anak telah belajar sejarah, sains, biologi, dan lain-lain.

Ketika ada info tentang penambahan gerbong sekolah, Totto-chan dan teman-temannya penasaran bagaimana gerbong tersebut diangkut. Mereka minta izin orang tua masing-masing untuk menginap di sekolah. Ketika gerbang tersebut datang, akhirnya mereka tahu, bahwa di dunia ini ada Trailer besar yang ditarik traktor milik bengkel kereta api. Ahh, keren sekali.

Di musim libur, Totto-chan akan berkemah. Ia bahkan tidak bisa tidur ketika memikirkannya. Awalnya orang tua sempat khawatir. Akan tetapi kekhawatiran itu sirna setelah mereka mengetahui bahwa anak-anak akan berkemah di aula sekolah Tomoe.

Mr. Sasuke selalu menemukan cara unik untuk mengatasi "kenakalan" Totto-chan dan teman-temannya. Ketika pakaian anak-anak sering robek karena merangkak di bawah pagar, alih-alih melarang, malah menyarankan anak-anak agar menyiapkan pakaian yang paling usang.

Ketika membaca lembar demi lembar buku Totto-chan, saya merasa menemukan sebagian kisah ini pada Dani dan Dika. Ada beberapa hal, yang sudah saya lakukan dengan benar. Akan tetapi ada juga tindakan saya yang memalukan untuk diakui. Membaca buku ini membuat saya semakin menyadari bahwa pola asuh kita terhadap anak, akan menentukan keberhasilan si anak tersebut.

Kelebihan Buku Totto-chan
Tetsuko Kuroyanagi menuliskan kisahnya melalui sudut pandang anak-anak. Kisah-kisah dalam buku ini begitu sederhana tapi sarat makna. Saya membacanya hingga berkali-kali, tapi tetap menemukan keasyikan di setiap halamannya.

Kekurangan Buku Totto-chan
Saya tidak melihat kekurangannya, maklum reviewer pemula. Hanya satu yang saya kurang setuju, adalah ketika anak-anak berenang tanpa baju renang, dan bercampur antara laki-laki dan perempuan. Akan tetapi, saya tidak akan membahas ini terlalu mendalam karena menyangkut keyakinan masing-masing. Toh, tidak ada yang memaksa kita untuk meniru semuanya, bukan?

Nilai
Saya memberi nilai 90 untuk buku ini, dan merekomendasikannya untuk teman-teman yang mungkin menemui anak-anak berkarakter istimewa seperti Totto-chan. Menurut saya, buku ini sangat layak untuk dibaca.

========
Ada kutipan menarik dari sub bab Catatan Akhir, halaman 254:
...
Kalau ibuku berkata begitu padaku, aku pasti akan merasa gugup dan merasa tidak berguna ketika masuk ke gerbang Tomue Gakuen pada hari pertamaku di sana. Gerbang yang hidup, berdaun dan berakar, dan kelas-kelas dalam gerbong kereta api takkan terlihat menyenangkan di mataku. Betapa beruntungnya aku punya ibu seperti ibuku.
...
   
Dari kutipan di atas saya melihat betapa hebat Mama mendampingi Totto-chan. Mama tidak pernah mengatakan bahwa totto-chan dikeluarkan dari sekolah, bahwa Totto-chan sangat merepotkan di sekolah yang lama, bahwa Mama sering dipanggil ke sekolah karena guru mengeluh dengan kelakuan Totto-chan. Hingga akhirnya Totto-chan menemukan Tomoe Gakuen dan Mr. Sosaku Kobayashi, sang kepala sekolah dengan metode pendidikan tidak biasa, membuat anak didiknya menjadi luar biasa.


#NAD_30HariMenulis2020
#Hari_ke_15
#NomorAbsen_118
Jumlah kata: 993

Geliat Pemberantasan Kusta Saat Pandemi di Indonesia

Setahun terakhir ini, kita disibukkan dengan pandemic Covid-19 yang memakan banyak korban jiwa. Virus yang menyerang saluran pernapasan ini ...