Senin, 20 Januari 2020

QR Code Sebagai Alat Pembayaran Milenial

Sumber: https://www.sureplus.id

Pertengahan Juni 2018..
Kami sekeluarga baru mendarat di Soeta setelah melakukan penerbangan selama 3 jam dari Ambon. Perbedaan waktu Jakarta yang lebih cepat dua jam dibanding ambon, membuat anak-anak mengalami jetlag. Sibungsu Dika merasa mual dan pengen makan something yang nggak terlalu berat, tapi cukup segar di mulut.

Saya berinisiatif mampir ke sebuah coffe shop bandara yang menyediakan aneka minuman hangat dan pastry. Kemudian, memesan satu ekspresso untuk suami, coklat panas untuk Dika dan Dani, lalu sebuah sandwich ukuran jumbo yang dipotong empat. Lumayan, bisa untuk menghemat hihi..

Sumber: Pexels.com

Setelah membayar pesanan, saya mengambil tempat duduk untuk menunggu pesanan sambil melihat pelayan yang cekatan menyiapkan pesanan. Mm, enak juga punya cafe begini, ya. Eh, saya jadi menghayal. Hahaha..

Tetiba, ada remaja putri yang tertarik juga dengan menu cafe ini. Setelah memilih paket minuman dan  favorit-nya, dia mengarahkan gawai-nya dan men-scan barcode yang ada di struk. Whatt? Dengan santuy-nya dia melakukan pembayaran, hanya dengan bermodalkan gawai yang ada di genggaman.

Saya nggak tahan untuk tidak bertanya pada mas pelayan di cafe, saat beliau menyerahkan pesanan saya.

Sumber: Pexels.com

"Mm, sekarang udah bisa bayar pake barcode ya, Mas?" Ketauan udiknya saya. Hahaha...
"Iya, Bu. Udah bisa sekarang, mah.
"Oh, hebatlah. Makin praktis, ya

" Ya, Bu. Jadi, kalo jalan kita nggak perlu bawa uang lagi. Bahkan bawa kartu atm juga udah nggak perlu". Si Mas ngejelasin dengan semangat.
"Mm..Tapi kita tetap kudu ngisi ATM-nya, kan? Kalo nggak, gimana bisa barcode-nya ada saldo." Canda saya.

"Iyaa, sih. Tetap harus kerja keras biar barcode bisa dipakai untuk bayar-bayar".

Sumber: Pexels.com

Apa sih QR Code
QR Code adalah salah satu jenis kode batang dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave, dari divisi Denso Corporation, sebuah perusahaan dari Jepang. Kode QR ini dipublikasikan pertama kali tahun 1994. 

Fungsi utamanya saat itu adalah menyampaikan informasi dengan cepat. Sesuai dengan namanya QR yang artinya quick response. Kode QR memiliki kemampuan untuk menyimpan informasi secara vertikal dan horizontal, berbeda dengan kode batang pada umumnya yang hanya menyimpan informasi secara horizontal. Kode QR telah mendapatkan standarisasi internasional dan standarisasi dari Jepang melalui ISO/IEC 18004 dan JIS-X-0510.

Kemajuan teknologi informasi saat ini, membuat perubahan lifestyle pada sistem pembayaran di masyarakat. Jika selama ini, kita sudah cukup di udahkan dengan pembayaran via debit card atau credit card, sekarang dengan adanya QR code, kedua kartu tersebut tidak diperlukan lagi. Sistem pembayaran ini disebut QR Payment.

Mengenal QR Payment
QR payment adalah sistem pembayaran dengan menggunakan barcode atau QR Code sebagai alat pembayaran. QR Code akan discan setiap melakukan transaksi pembayaran. Untuk melakukan transaksi pembayaran, kita membutuhkan koneksi internet untuk men-scan QR Code yang tertera di merchant. 


Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia sudah menetapkan standarisasi pembayaran berbasis QR Code. Standarisasi ini disebut dengan QR Standar Indonesia. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan bahwa QRSI merupakan standar alat pembayaranyang dikembangkan oleh pelaku industri perbankan. Ke depannya nanti, QRSI ini akan menjadi pedoman untuk menyediakan pembayaran berbasis QR Code. Cara kerjanya tetap harus menggunakan EDC (electronic data capture) , yang akan mengeluarkan struk total belanja dan QR Code. Kemudian, QR Code ini di scan oleh ponsel pintar sebagai alat pembayaran. Hingga saat ini, sudah terdapat 19 bank dan 68 merchant di Indonesia, yang telah terhubung dengan QRSI.

Teman-teman yang biasa menggunakan transportasi online tentu sudah biasa dengan sistem pembayaran QR Code ini. Yup, Go-Jek sudah menerapkannya melalui fitur Go-Pay yang terbukti cukup berhasil di masyarakat. Disusul oleh 4 bank besar di Indonesia, yang meluncurkan aplikasi dompet digital dengan sistem QR Payment. Mereka adalah BNI dengan YAPP!, BCA dengan QR-ku, BRI dengan MY QR, Mandiri dengan Mandiri Pay.

Bank Indonesia telah menerima pengajuan dari perusahaan-perusahaan yang ingin menggunakan QR Code sebagai sistem pembayaran mereka. Pada dasarnya Bank Indonesia akan menyetujui permohonan tersebut, asalkan memenuhi persyaratan sesuai standar QRSI. 

Persyaratan ini penting karena menyangkut keamanan dana konsumen. QR Code payment ini membuat masyarakat tidak perlu membawa kartu debit atau uang tunai sekalipun. QRSI membuat saldo rekening kita terkoneksi dengan ponsel pintar. Sehinggà, sisgem keamanannya harus dipastikan terhubung dengan GPN (Gerbang Pembayaran Nasional).


Kelebihan dan kekurangan QR Code Payment
Kemajuan teknologi bagaikan dua sisi pisau bagi peradapan manusia. Di satu sisi, kemudahan QR Code Payment ini membuat proses transaksi menjadi lebih mudah. Jik kita lupa membawa dompet, atau lupa membawa uang tunai, selama ada saldo di ponsel pintar, maka transaksi tetap bisa berjalan. 

Akan tetapi, dibalik segala kemudahan itu, ada hal yang harus diperhatikan. Yaitu sifat konsumtif masyarakat. Nah, teman-teman yang menggunakan QR Code Payment sebagai alat pembayaran zaman milenial ini, sebaiknya bisa menggunakannya dengan bijaksana, ya

#feskabi2019
#gairahkanekonomi
#pakaiQRstandar
#majukanekonomiyuk

Referensi:
https://www.suara.com/bisnis/2019/03/21/202231/bi-uji-coba-standarisasi-alat-pembayaran-berbasis-qr-code
https://www.suara.com/bisnis/2019/05/27/125301/bi-luncurkan-pedoman-alat-pembayaran-berbasis-qr-code
https://www.cermati.com/artikel/ketahui-4-aplikasi-qr-code-payment-milik-4-bank-besar-indonesia-ini

Minggu, 12 Januari 2020

Liputan Wisuda XIV Sekolah Tinggi Teknologi Bandung 2020

What do you about "wisuda"? 

Sebuah kata keramat yang sangat akrab di kalangan mahasiswa dan mahasiswi. Bisa jadi, wisuda merupakan hal yang paling ditunggu oleh mereka. Setelah bersusah payah mengikuti semua mata kuliah, mengerjakan tugas-tugas, dan menyelesaikan skripsi, hal berikutnya yang dinanti adalah prosesi wisuda. 

Duapuluh tahun yang lalu, saya beruntung bisa merasakan kegembiraan wisuda. Membawa orang tua menginjak kampus tempat kuliah selama ini, dan ikut dalam kekhusyuan acara wisuda

Perasaan haru, bahagia, dan bangga bercampur menjadi satu. Bangga karena sebagai anak kampung, saya telah berhasil menyelesaikan kuliah. Bahagia melihat senyum orang tua yang bangga telah mengantarkan anaknya menjadi seorang sarjana.

Venue acara
Sumber: Pasukan Blogger Joeragan Artikel


Begitupun yang dirasakan adik-adik STT Bandung kemarin. Salah satu kampus terkemuka di Bandung ini berhasil meluluskan ratusan mahasiswanya awal tahun ini. Saya berkesempatan  melakukan liputan secara online wisuda ini, bisa merasakan aura bahagia wisudawan dari tayangan live di IG @sttbandung. Sebanyak 209 wisudawan Sekolah Tinggi Teknologi Bandung mengikuti acar wisuda Sabtu, 11 Januari 2020. 

Mereka terdiri dari beberapa prodi, yaitu:
- Teknik Industri, sebanyak 113 orang
- Teknik Informatika, sebanyak 70 orang
- Desain Komunikasi Visual, sebanyak 26 orang

Venue acara
Sumber: Pasukan Blogger Joeragan Artikel 

Bertempat di Hotel Harris & Conventions, Festival City Link Bandung, prosesi wisuda dilakukan. Acara dimulai setelah anggota senat, VVIP, dàn keyonte speaker memasuki ruangan. Dengan regu penari sebagai pendampingnya, prosesi memasuki ruangan cukup menggetarkan. 

VVIP dan keynote spekaer memasuki ruangan
Sumber: Live IG @sttbandung

Kemudian dilanjutkan dengan tarian selamat datang yang dibawakan oleh unit seni tari STT Bandung. Selanjutnya pembukaan sidang senat terbuka oleh ketua STT Bandung. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dialunkan setelah itu, lalu mengheningkan cipta dan dilanjutkan dengan alunan lagu Mars STT Bandung. Perasaan bergetar dalam jiwa muncul ketika mendengar alunan yang penuh semangat tersebut. Unit paduan suara STT Bandung terbukti melakukan tugasnya dengan baik saat itu.

Tari Jaipong oleh Unit Tari STTB
Sumber: live IG @sttbandung

Acara dilanjutkan dengan laporan dari Ketua STT Bandung, Muchammad Naseer, S.Kom, M.T. yang dilanjutkan dengan sambutan dari ketua yayasan Dr. Dadang Hermawan.

Sambutan ketua STTB
Sumber: live IG @sttbandung


Acara wisuda STT Bandung kali ini menampilkan keynote speaker Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, M.B.A. Penerus dari bapak B.J. Habibe ini menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul "Peranan Generasi Muda dalam Penerapan Teknologi dan Inovasi di Era 4.0". 
Keynote speaker: Ilham Habibie
Sumber: Pasukan Blogger JA

Ilham yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional menyampaikan bahwa Indonesia merupakan bagian dari ekonomi global, yang akan menyongsong era teknologi 4.0 yang berbasis pada ekonomi digital, artificial intelegence, big data dan robotics. Merupakan tantangan bagi anak muda Indonesia untuk mengembangkan berbagai inovasi agar bisa stand out di era insdustri 4.0 ini. Ilham Habibie juga mengatakan bahwa karakter yang harus dimiliki para inovator di era 4.0 di antaranya adalah sebagai berikut, yaitu: 
- Opportunity mindset
- Formal Education / Training
- Proactivy
- Prudence
- Social Capital

Acara utama akhirnya tiba, yaitu pelantikan wisudawan dan wisudawati. Satu persatu mereka maju ke depan, dilantik, dan sah menyandang gelar sarjana. Raut-raut wajah bahagia terpancar dari mereka. 

Oh ya, bicara soal inovasi, adik-adik STT Bandung ini sangat mengagumkan. Terbukti dengan berbagai pencapaian mereka berikut ini, yang diumumkan setelah pelantikan, yaitu:

Skripsi terbaik dari prodi TI :
1. Virgiawan Candra Bhakti, S.T
Judul skripsi : Perancangan dan Pengembangan Hospital Transfer Bed Dengan Pendekatan Karakuri
2. Indra Rukmana, S.T
Judul skripsi : Optimasi Produksi Dyeing Finishing dengan Metode Integer Linear Progamming
3. Zaenal Uyun, S.T
Judul skripsi: Perbaikan Produk Meja Belajar Lipat Multifungsi Ergonomis untuk Meningkatkan Motivasi dan Semangat Belajar Menggunakan Metode Kansei Engineering

Skripsi Terbaik dari prodi TIF:
1. Deri Hermawan, S.KOM
Judul skripsi: Aplikasi 3D Virtual Reality Sebagai Media Bantu Terapi Acrophobia Berbasis Android
2. Regina Sukma Citra, S.KOM
Judul skripsi: Klasifikasi Ujaran Kebencian Dengan Metode Naive Bayes Classification di Sosial Media Facebook Berbasis Web
3. Yasti Aisyah Primianjani, S.KOM
Judul skripsi: Rancang Bangun Sistem Pemutus Aliran Listrik KWH Meter Pascabayar Berbasis Web Menggunakan Mikrokontroler 

Skripsi Terbaik dari prodi DKV
1. Andri Setiawan, S.Ds 
Judul skripsi: Perancangan Aplikasi Rencana Anggaran Biaya Membangun Rumah
2. Bagus Arya Suseno, S.Ds 
Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Publik dan Peta Wilayah RT 07 RW 08 Baleendah Kab. Bandung
3. Luthfi Alfaritzi, S.Ds - Perancangan Boardgame Pengenalan Permainan Tradisional Jawa Barat Untuk Anak (usia 8-12 tahun) di Kota Bandung

Melihat judul-judul skripsi di atas, saya menjadi tambah kagum dengan adik-adik STT Bandung ini. Betapa mereka telah disiapkan untuk menyongsong era industri 4.0

Selain itu ada juga kategori wisudawan terbaik, di antaranya adalah sebagai berikut: 
Wisudawan terbaik dari prodi TI: Dheyu Laksmi Wulandari, S.T
Wisudawan terbaik dari prodi TIF: Muhammad Rizal Mutaqin, S.Kom
Wisudawan Terbaik dari prodi DKV: Tiffani Zeta D, S.Ds

Dalam acara wisuda ini juga dilakukan penandatangan Mou dengan mitra STT Bandung, yaitu:
-  PT. Dirgantara Indonesia
-  Jasa Marga
-  Biofarma

Paduan suara STT Bandung
Sumber: Pasukan Blogger JA

Ada persembahan puisi untuk para orang tua, alunan lagu-lagu nasional dan pengucapan janji wisudawan. Acara berakhir dengan doa dan sidang senat terbuka pun, ditutup kembali oleh ketua STTB. Selamat kepada STT Bandung atas perhelatan yang megah ini. Selamat memasuki dunia baru adik-adikku. Semoga Indonesia menjadi lebih baik di tanganmu nanti. Aamiin.

WisudaXIVSTTBandung
#CampusofInnovation
#CampusofTechnology
#CampusofDesign
#CampusofCreativity
#CampusofFutureLeader

Distrik Kelila, Tanah Papua yang Ingin Kudatangi

Pemukiman honai  penduduk Kelila Credit: dokpri Suatu hari di tahun 2007, Bun mendapat notif postingan facebook dari Daddy. Postinga...