Senin, 21 Oktober 2019

Konektivitas Transportasi Mendukung Daerah Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)

Bandar Udara Sibisa, Toba Samosir, Sumatera Utara
Sumber:  https://instagram.com/kemenhub151


Setahun yang lalu, saya beserta suami dan anak-anak sempat merasakan tinggal di wilayah Indonesia Timur. Tepatnya di Kepulauan Sula, Maluku Utara. Dari Jakarta kami terbang ke Ambon atau Ternate. Selanjutnya, kami akan menumpang KM. Permata Bunda ke Pelabuhan Sanana, Kepulauan Sula. Kalo start dari Ambon, kami akan berlayar selama 12 jam. Kalo start dari ternate, waktu tempuhnya menjadi lebih lama, yaitu 14 jam. Lumayan puas pokoknya, mah, naik kapal lautnya. Hehehe..

Secara geografis Kepulauan Sula lebih dekat ke Ambon, akan tetapi secara administratif, Kepualuan Sula masuk ke Ternate, Maluku Utara. Dengan jarak sejauh itu, seharusnya Kepulauan Sula sudah memiliki layanan penerbangan perintis. Selama ini, sudah ada Bandara Emalamo yang beroperasi di Sula, tapi penerbangannya hanya ada 2x seminggu. Sedangkan jumlah calon penumpang sangat banyak. Oleh karena itu, ketika pemerintah Bapak Jokowi-Jusuf Kalla mencanangkan program Indonesia Sentris, besar harapan saya Kepulauan Sula akan dilirik juga.

Pelabuhan Sanana, Kepulauan Sula, Maluku Utara
Dokpri


Capaian Lima Tahun Kemenhub
Dikutip dari laman Kementrian Perhubungan , Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa program Indonesia Sentris telah membuka akses keterisolasian dan meningkatkan perekonomian suatu daerah.

Kemenhub melakukan pembangunan infrastrukstur transportasi dengan pendekatan Indonesia Sentris, untuk membuka keterisolasian. Caranya dengan memberikan dukungan aksesbilitas terhadap daerah 3TP (terluar, terdepan, tertinggal, dan perbatasan).

Di antaranya melalui penyediaan prasarana 18 rute tol laut, dengan tujuan menekan disparitas harga di Indobesia Timur. Saya merasakan perbedaan harga yang signifikan saat tinggal di Maluku Utara. Sandal jepit yang harga 25 ribu di Jakarta, bisa seharga 50 ribu jika dijual di Maluku utara. Luar biasa, bukan?

Selain itu, Kementrian Perhubungan juga menyediakan 891 trayek angkutan perintis (angkutan jalan, KA, SDP, laut dan udara). Dan pembangunan serta pengembangan 131 bandara di daerah rawan bencana, perbatasan dan terisolir.

Ada juga Program Jembatan Udara, yang diupayakan untuk meningkatkan konektivitas logistik dengan menyediakan 39 rute yang dilayani sampai ke daerah 3TP untuk pemerataan dan memberantas kesenjangan ekonomi.

Peran Konektivitas Bagi Daerah Wisata
Sebagai bentuk upaya peningkatan konektivitas transportasi untuk daerah wisata, salah satunya Kementrian Perhubungan mendukung Danau Toba sebagai Kawasan Startegis Pariwisata Nasional (KSPN).

Kementrian Perhubungan akan memperbaiki Bandara Sibisa di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Pada tahap awal pembangunan, terminal penumpang Bandara Silbila yang baru akan dilengkapi dengan apron berukuran 10 x 50 meter, yang dapat menampung 3 pesawat sekelas ATR-72.

Bandara Silbila nantinya akan berbagi peran dengan Bandara Silangit. Selain itu juga akan dibangun dermaga penyeberangan, penyediaan kapal RoRo, dan juga bus. Nantinya akan tersedia bus dari dan menuju Danau Toba yang akan disubsidi, sehingga lebih terjangkau oleh pengunjung.

Bandar Udara Letung, Kepulauan Anambas, Kepri
Sumber: https://instagram.com/kemenhub151

Konektivitas Kepualaun Anambas
Pulau Anambas terkenal dengah wisata Taman Laut-nya. Para diving dari penjuru dunia bergantian datang mengunjungi Anambas. Dari yang hanya menikmati pemandangan bawah lautnya saja, hingga ke ilmuwan yang mengadakan penelitian di lautan Anambas. Akses menuju ke sana lumayan sulit. Maklum, seperti halnya kabupaten-kabupaten yang ada di kepulauan, transportasi ke Anambas masih sangat terbatas.

Kementrian Perhubungan mulai membenahi Bandar udara Letung, yang terletak di Pulau Jemaja, kecamatan Jemaja Timur, kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau ini. Bandara yang dibangun pada tahun 2014 ini, mulai beroperasi tahun 2016 dengan total investasi sebesar 200 milyar dana APBN. Menteri Perhubungan mengharapkan, Bandar Udara Letung dapat meningkatkan perekonomian dan pariwisata di pulau terluar ini, yang dijadikan Taman Wisata Laut Nasioanal.
Bandara Nop Deliat, Dekai Yahukimo, Papua Barat
Sumber: https://instagram.com/kemenhub151


Konektivitas Wilayah Papua
Untuk pengembangan konektivitas wilayah Papua, Kementrian Perhubungan akan mengembangkan empat bandara di Papua Barat. Yaitu Bandara Rendani Manokwari, Bandara Siboru Fakpak, Bandara Raja Ampat, dan Bandara Domine Edward Osok, Sorong.

Bandara Nop Deliat di Dekai Yahukimo akan dijadikan bandara penghubung dari dan ke tengah pulau Papua. Posisi Dekai bisa dicapai dari arah Selatan dan dari dua tempat. Yaitu dari Asmat dan dari Mappi melalui sungai. Oleh karena pola distribusi logistik ke Papua menjadi lebih mudah dengan kapasitas yang lebih besar.

Bandara Rembele, Tanah Gayo, Nangroh Aceh Darussalam
Sumber: https://instagram.com/kemenhub151

Konektivitas Tanah Gayo
Mau berkunjung ke Tanah Gayo? Dataran Tinggi Gayo yang terletak di Provinsi Nangroh Aceh Darussalam ini, memiliki potensi wisata alam yang terkenal. Seperti Danau Laut Tawar, Goa Loyang Koro, Pantan Terong, dan Goa Putri Pukes. Untuk menjangkau Dataran Tinggi Gayo, kita bisa melewati Bandar Udara Rembele.

Sebagai perwujudan Nawa Cita Presiden jokowi, untuk melayani masyarakat di daerah terpencil, Bandar Udara Rembele telah melayani penerbangan komersil dari dan ke Bandara Kuala Namu.

Dengan berbagai kemudahan akses di atas, semoga potensi wisata daerah-daerah terpencil di Indonesia semakin terekspos. Semakin banyak kunjungan wisatawan, Insyaallah akan meningkatkan perekonomian kreatif masyarakata, yang diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup mereka. Jangan lupa, selanjutnya menjadi tugas kita bersama untuk menjaga semua fasilitas tersebut. 

See, sekarang jika ingin mengunjungi daerah wisata di atas, sudah menjadi lebih mudah, bukan? Yuk, jadikan daerah-daerah di atas sebagai destinasi wisatamu sekarang juga!


"Tulisan ini diikutsertakan dalam 
Blogger Writing Competition "Transportasi Unggul, Indonesia Maju"



Referensi: 
Website kemenhub: http://dephub.go.id
Twitter: https://twitter.com/kemenhub151
Facebook: https://www.facebook.com/kemenhub151
Instagram: https://instagram.com/kemenhub151

11 komentar:

  1. Iyaaa ya mbak..lebih mudah menjelejahi berbagai object wisata karena sarana transportasi yg nyaman. Banyak pula.
    Bisa pilih pilih berbagai moda perjalanan. Kalau makin banyak oranng menggunakan sarana transport umum, akan semakin'hijau gaya hidup kita. Less jejak co2 nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betull, sehingga makin banyak pengunjung yang datang ke tempat-tempat wisata tersebut.

      Hapus
  2. Dengan dibukanya bandara baru, ini juga sekaligus memberi akses bukan cuma pariwisata ya. Pendidikan, ekonomi, dan lain-lain pasti akan ikut terdorong.

    BalasHapus
  3. Waah asyik ya. Kan memang banyak surga tersembunyi di Indonesia dan biasanya itu di daerah terpencil. Dengan transportasi yang unggul ke sana, wisatawan pun jadi mudah mengeksplorasinya.

    BalasHapus
  4. Indonesia luas banget. Harus didukung sarana perhubungan yang mumpuni dan cepat pelayanannya.
    Semoga semakin maju yaah...

    BalasHapus
  5. Teman yuni ada yang menikah dengan orang Ambon. Masha Allah sekarang jarang banget pulang ke Madura. Menurut pengakuannya sih masalah transport ya. Mungkin jaraknya juga.

    Yah, harapannya dengan Indonesia Sentris ini semakin memudahkan bagi orang-orang seperti temanku untuk sekedar mudik. Lebih-lebih bagi para wisatawan yang ingin menikmati objek wisata di kawasan Indonesia Bagian Timur. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mbak. Ongkosnya mihill. Kami beruntung karena transport ditanggung kantor suami semua.

      Hapus
  6. Semoga dengan akses yang lebih mudah dan baik, suatu saat aku bisa keliling Indonesia.

    BalasHapus
  7. Semakin mudah ya akses ke setia daerah ya sekarang

    BalasHapus
  8. Dari berbagai daerah yg Bunda sebutkan, saya paling ingin ke Gayo trus menikmati kopi asli sana, hehe. Gara-gara baca novel Damar Hill yg setting Gayo-nya kental banget. Pastinya akses transportasi ke Gayo dan daerah-daerah lain sedang ditingkatkan juga, ya. Senangnya :)

    BalasHapus
  9. Alhamdulullah ya Mbak sekarang sudah mulai ada perkembangan transportasi di daerah. Jadi lebih memudahkan berbagai sektor untuk berkembang.

    BalasHapus

Konektivitas Transportasi Mendukung Daerah Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)

Bandar Udara Sibisa, Toba Samosir, Sumatera Utara Sumber:  https://instagram.com/kemenhub151 Setahun yang lalu, saya beserta suami ...