Kamis, 16 Mei 2019

Berkah Ramadhan yang Hadir Saat Kondisi Terpuruk

Ramadhan 1440 Hijriah ini merupakan Ramadhan kedua kami di Sekayu, Sumatera Selatan. Setelah sebelumnya menghabiskan Ramadhan demi Ramadhan di tanah rantau, akhirnya Daddy memutuskan untuk pulang kampung, again

Sebagai seorang isteri, tentu saja Bun harus mengikuti rencana Daddy. Toh, kami berasal dari kampung yang sama. Sehingga orang tua dan keluarga kami pun ada di kampung yang sama. Merupakan berkah Ramadhan bisa berkumpul bersama seluruh keluarga besar tahun ini. 

Masalahnya, kami belum mempunyai pekerjaan di Sekayu, selain mengurus kebun dan kolam ikan milik keluarga besar Daddy. Awalnya, kami masih cukup tenang mengandalkan tabungan yang diperoleh di tanah rantau. Namun, lama kelamaan tabungan ini pun mulai menipis dan akhirnya menjadi habis. Sedangkan kebun dan kolam ikan belum menghasilkan secara signifikan. Sementara hanya cukup untuk makan sehari-hari. 

Hasil panen rambutan


Kegelisahan Bun sedikit terobati menjelang Ramadhan ini. Pertama, karena ikan gurame yang kami besarkan sudah siap panen. Kedua, Daddy berencana membuat warung di depan kebun untuk memudahkan menjual hasil kebun dan kolam ikan.

Proses pembangunan warung

Sebagai Emak yang hobi jualan, Bun udah membuat draft rencana jualan untuk bulan puasa. Minuman jelly rasa buah, dimsum dan pempek, serta beberapa macam sayur matang. 

Dimsum jualan Bun

Perkiraan kami, sebelum masuk Ramadhan, warung ini udah jadi. Entah mengapa, ada saja halangan yang membuat pengerjaan warung tersendat. Target Bun untuk mulai jualan di hari pertama Ramadhan pun, gagal. 

Apa yang salah dengan rencana kami? Dalam sujud panjang, Bun memohon ampun pada Allah Swt. Selama ini terlalu fokus pada persiapan untuk jualan, tapi lalai terhadap ibadah yang diharuskan pada bulan Ramadhan. 

Bukannya membuat target untuk khatam Al-qur'an, melainkan membuat target untuk jualan. Tidak ada niat untuk menambah hapalan surah, malah Bun asyik browsing resep kekinian yang mempunyai nilai jual saat Ramadhan. 

Alhamdulillah, Bun masih diberi hidayah untuk menyadari kekeliruan ini. Masih sempat mengucap istifar setiap waktu luang, dan meneruskan bacaan Qur'an yang sempat terhenti. Memasukki 10 Ramadhan, tiba-tiba ada pesan masuk di aplikasi WhatsApp. Ternyata ada teman yang memesan dimsum, dan disusul dengan pesanan-pesanan lain yang masuk satu persatu, silih berganti, setiap hari. Masya Allah, ketika tidak memikirkan tentang jualan, justru ada orderan yang masuk. Sungguh jika Allah yang berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin. 

Seperti yang tertera dalam Surah Yasin ayat 82

إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

innamaaa amruhuuu iżaaa araada syai`an ay yaquula lahuu kun fa yakuun

Yang artinya: Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.

Alhamdulillah, berkah Ramadhan tahun ini membuat Bun makin sering membuka Al-qur'an. Tidak hanya membaca ayat demi ayat-nya saja, melainkan juga membaca artinya. Dani dan Dika juga ternyata sangat menyukai aktivitas ini. Membaca terjemahan ayat-ayat Al-qur'an bagi mereka seperti membaca cerita atau dongeng yang menceritakan sejarah Islam, beserta Nabi dan Rosulnya. Pertanyaan mereka pun lumayan kritis, apalagi Dani yang sempat mondok di pesantren. Sebuah berkah Ramadhan yang sangat manis kami rasakan tahun ini. 

#12DaysBlogChallengeIndscript

9 komentar:

  1. Alhamdulillah,berkah ramadhan ya, bun. Semoga Allah lancarkan semua urusan kita.

    BalasHapus
  2. Masya Allah, iya Bun aku juga pernah sibuk ngurusim ini itu sampe waktu kedekatab dgn Allah kaya kurang. Istigfar, minta keberkahan waktu sama Allah, perbanyak ngajinya, alhamdulillah malah jadi cepet beres kerjaan.

    BalasHapus
  3. Semoga lancar segala urusan ya Mbak. Kita sering lupa, terlalu mikirin rencana duniawi. Padahal ada Allah swt yg mengatur segalanya.

    BalasHapus
  4. Benar Bun, terkadang kita sibuk mengurus hal-hal duniawi sehingga lupa sama ibadah. Duh, tertampar sayaaa.. makasih bun, tulisannya mencerahkan :)

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah berkah Ramadab, semoga usahanya dilancarkan mbak.

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah Ramadhan membawa berkah ya bun, Aamiin Yaa Rab

    BalasHapus
  7. Allah selalu mempunyai cara tersendiri untuk memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Semoga berkah Ramadannya membawa berkah bagi semua.

    BalasHapus
  8. MasyaAllah, sadar di saat yang tepat ya mbak. Semoga berkah ramadan tahun ini

    BalasHapus

Yuk, Ikut Serta Menjaga Cagar Budaya Indonesia Agar Tidak Musnah

Sekitar pertengahan 2018 yang lalu, saya dapàt tawaran menulis buku yang berjudul "Aku dan Cagar Budaya" bersama dengan 29 penul...