Rabu, 29 Mei 2019

Bosan Menginap di Hotel, Saatnya Mencoba Apartemen

Sebentar lagi musim liburan, nih. Udah punya rencana mau liburan ke mana tahun ini? Menentukan tempat liburan tidak hanya destinasi wisata-nya saja, melainkan termasuk tempat menginap. Apalagi jika Anda berasal dari luar kota dan membawa rombongan keluarga. Pasti membutuhkan tempat untuk menginap. Jika selama ini Anda selalu menginap di hotel, tidak ada salahnya jika sekarang mencoba untuk menginap di apartemen.

Sumber: pexels.com

Apartemen mulai menjadi pilihan ketika hadir dengan berbagai fasilitas yang memudahkan masyarakat. Salah satunya adalah letak apartemen yang strategis. Anda bisa memilih apartemen yang sesuai dengan kebutuhan. Apakah apartemen yang berada di pusat kota, atau apartemen yang di pinggir kota. 

Tak hanya liburan, menginap di apartemen juga menjadi pilihan beberapa pasien rawat jalan. Khususnya pasien dari luar kota dan sedang menjalani rawat jalan di salah satu rumah sakit Jakarta. Mereka memilih apartemen sebagai tempat menginap, agar bisa lebih leluasa dan lebih tenang. Pasien rawat jalan ini, harus kontrol dalam waktu tertentu sesuai dengan petunjuk dokter. Biasanya mereka sewa apartemen bulanan, sesuai dengan estimasi lamanya jadwal konsultasi rata-rata seorang pasien. 

Apartemen juga menjadi pilihan bagi para lajang yang sedang merintis karier. Bersama dengan teman-teman seperjuangan, mereka menyewa apartemen yang terletak dekat dengan kantor. Ini memudahkan mereka berangkat bekerja, tanpa lelah bermacet-macetan di jalan. Cukup jalan kaki saja, dan mereka pun sampai ke kantor dengan stamina yang masih oke. 

Menginap di apartemen tak ubahnya dengan rumah sendiri. Ini karena fasiltas apartemen sama dengan fasilitas yang ada di rumah. Selain itu, apartemen memiliki beberapa kelebihan dibanding hotel. 

Fasilitas apartemen
Sumber: Pexels.com

Tempat lebih luas
Bahkan untuk apartemen tipe studio pun, tempatnya cukup luas dibanding sebuah kamar standar hotel. Anda yang membawa anak pun, masih bisa leluasa beristirahat dengan nyaman.

Fasilitas lengkap
Apartemen yang disewakan biasanya sudah memiliki perabotan yang lengkap. Seperti perlengkapan dapur, peralatan makan, sofa, dan perlengkapan standar hotel lainnya. Anda tinggal membawa pakaian dan bahan makanan saja, sehingga Anda bisa memasak sesuai dengan selera. Apalagi jika Anda memiliki diet khusus dan tidak boleh sembarangan menyantap makanan. 

Muat lebih banyak
Anda yang bepergian dengan keluarga besar, sangat disarankan untuk menyewa apartemen. Walaupun kamar tidurnya hanya 1, apartemen memiliki ruang yang lebih luas dari kamar hotel. Anda bisa membawa tempat tidur portable atau karpet tebal sebagai alas tidur tambahan, tanpa merasa bersalah pada petugas apartemen. Bandingkan dengan hotel, yang harus sewa extra bed. 

Sumber: Pexels.com


Sarana pendukung
Tak ubahnya seperti hotel, apartemen juga memiliki fasilitas pendukung lainnya seperti kolam renang, fitness, spa, dan play ground. Oleh karena apartemen adalah bangunan vertikal, maka sarana penting lainnya adalah lift. Jangan khawatir soal keamanan, apartemen dilengkapin dengan cctv dan security yang siaga 24 jam. 

Masa sewa fleksibel
Banyak orang yang beranggapan bahwa sewa apartemen tersebut sangat mahal dan harus menyewa dalam waktu minimal satu tahun, seperti halnya dengan rumah tinggal. Padahal tidak begitu, Anda bisa menyewa apartemen secara bulanan, bahkan Anda bisa sewa apartemen harian So, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Privasi terjaga
Kelebihan lainnya dari hotel adalah privasi Anda yang lebih terjaga. Di hotel, Anda cenderung lebih sering bertemu dengan orang lain. Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan apartemen. 

Bagaimana, tertarik untuk mencoba menyewa apartemen? Semoga apartemen bisa menjadi alternatif pilihan Anda, ketika membutuhkan tempat untuk menginap. 

Minggu, 26 Mei 2019

Tips Memilih Virtual Office yang Oke Untuk Bisnismu

Sembilan belas tahun yang lalu, saat menyelesaikan kuliàh, saya bermimpi menjadi seorang wanita karier. Menggunakan setelan blazer, high heels dan menenteng tas kerja. Namun ternyata jurusan yang saya ambil mrngharuskan bekerja di lapangan. Ya iyalah, lulusan Teknik Sipil sangat jarang duduk manis di ruangan ber-AC. Ini artinya, saya SALAH JURUSAN, guys hehehe...

Sumber: Pexels.com


Kejadian ini semakin parah ketika menikah dan mempunyai anak. Suami menginginkan agar saya stay at home aja, ngurus anak sebagai prioritas utama. Gagal sudah impian menjadi wanita karier hikss. Di benak saya waktu itu, bekerja adalah datang ke kantor nine to five, selama lima hari seminggu. 

Sangat berbeda dengan keadaan sekarang ini. Dengan adanya akses internet yang mudah, membuat jarak menjadi lebih dekat. Sesuatu yang tidak mungkin, bisa menjadi mungkin. Salah satunya adalah fasilitas virtual office yang nge-trend beberapa tahun terakhir ini. Virtual office atau kantor virtual ini bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin  "mengendalikan" kantor Anda sendiri. Asyiknya lagi, Anda bisa mencari ruang kantor ini di kota terdekat domisili Anda. Misalnya, Anda bisa sewa ruang kantor di Jakarta bagi yang tinggal di daerah Jabodetabek.

Anda bebas menentukan kapan mau ngantor, nggak harus nine to five selama lima hari dalam seminggu. Akan tetapi, walaupun terkesan semau gue, virtual office juga memiliki fasilitas seperti office pada umumnya. Wahh, enak banget yaa? Tapi kok, jadi bingung. Memangnya ada kantor yang seperti itu? Yuk, kita cari tau lebih jelas tentang virtual office ini. 

Apa sih virtual office? 
Menurut wikipedia, virtual office adalah kantor di dunia maya yang menggunakan internet sebagai "base camp" tanpa mempunyai lokasi usaha atau kantor secara fisik. Virtual office ini banyak digunakan oleh para profesional, pengusaha jasa, para pebisnis retail, dan para start up lainnya. 

Terdaftar secara resmi
Poin pertama yang harus diperhatikan saat memilih virtual office adalah pastikan jika penyedia jasa virtual office telah terdaftar secara resmi. Ini sangat membantu legalitas ketika mendirikan C.V atau P.T sebagai badan usaha bisnis yang Anda bangun. Virtual office yang terdaftar secara resmi juga sangat membantu untuk legalitas pembuatan SIUP dan TDP. Bahkan Ditjen Pajak sudah mengeluarkan aturan bahwa virtual office juga bisa digunakan untuk pengukuhan KPP. Oleh karena itu, pilihlah virtual office yang berada di daerah perkantoran, karena biasanya mereka sudah terdaftar secara resmi. 

Layanan yang disediakan
Penyedia jasa virtual office memberikan layanan secara menyeluruh terhadap bisnis atau pekerjaan Anda. Mulai dari layanan surat-menyurat, resepsionis, asisten, koneksi internet, fax, hingga fasilitas ruang meeting atau ruang pertemuan dengan klien. Bahkan virtual office ini mempunyai pantry dan ruang tunggu layaknya office betulan. So, tidak hanya meng-cover kebutuhan bisnis Anda secara online, virtual office juga menyediakan layanan offline layaknya sebuah kantor. 

Meeting room by pexels.com


Harga yang bersaing
Bagi para pebisnis start up atau Anda yang baru memulai karier freelance, masalah yang sering dihadapi adalah sewa virtual office. Dengan segitu banyak fasilitas,apakah harga terjangkau di kantong? Jangan khawatir, guys. Penyedia jasa virtual office biasanya menyediakan layanan terbagi ke dalam beberapa paket. Mulai dari paket basic, menengah, hingga paket premium. Harga sewanya pun cukup terjangkau. Mulai dari Tahunan, bulanan, dan harian. Sudah menentukan, mau sewa virtual office yang mana? 

So, jika bisnis Anda baru saja dimulai, bisa menyewa virtual office secara bulanan. Atau untuk teman-teman freelance seperti saya, yang hanya sesekali membutuhkan kantor, bisa menyewa secara harian. Semuanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Bagaiamana, tertarik untuk mencoba virtual office? 

Selasa, 21 Mei 2019

Ramadan Terakhir Bersama Papa Adalah Ramadanku yang Paling Berkesan Sepanjang Hidup

Setiap Ramadan selalu meninggalkan kenangan tersendiri bagiku. Aku pernah menjalani Ramadan di berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari tanah Jawa, pulau Sumatera hinga ke pesisir Maluku Utara. Namun, ada satu Ramadan yang tidak akan pernah terlupakan  bagiku, yaitu Ramadan tahun 2008.

Di awal 2008 aku dan suami memutuskan untuk membuka usaha warung pempek. Lokasinya di Taman Jajan sektor 1.3 Bumi Serpong Damai (BSD). Tidak terlalu jauh dari rumah kami yang di Griya Loka Sektor 1.6 BSD.

Untunglah, keputusan membuka usaha ini didukung oleh keluarga besar, bahkan Papa berencana mau datang untuk melihat warung secara langsung. Aku merasa senang dan menanti kedatangan Papa berkunjung.

Minggu berganti bulan, Papa tak kunjung datang. Ternyata kesehatan Papa terganggu. Badannya terasa lemah, lemas seperti tidak ada tenaga. Mungkin karena Papa tidak ada napsu makan dan merasa mual setiap kali ada makanan yang masuk. Papa memang memiliki penyakit maag. Setidaknya kami beranggapan bahwa itu adalah maag. Oleh karena gejala yang ditunjukkan serupa dengan maag. Sedangkan kepastiannya kami tidak tahu, karena Papa tidak mau diajak ke rumah sakit.

Kesehatan Papa semakin memburuk, hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit di awal Ramadan 2008. Begitu masuk rumah sakit, hal yang sangat mengejutkan kami dengar. Ternyata Papa mengalami pengbengkakan hati. Papa pun meminta aku untuk segera pulang ke Palembang. Dokter mengatakan bahwa hati adalah salah aatu organ yang sangat penting. Jika hati atau lever ini sudah terganggu fungsinya, sangat sulit sekali untuk sembuh. Dokter memprediksi bahwa Papa hanya mampu bertahan selama empat bulan lagi.

Bagai tersambar geledek kami mendengar pernyataan itu. Akan tetapi, dokter berjanji akan melakukam perawatan semaksimal mungkin, agar Papa bisa bertahan lebih lama. Sejak itu kami menjalankan Ramadan di rumah sakit sambil menemani Papa. Kedua adikku yang masih kuliah pun, pulang untuk menemani Papa. Sibungsu yang waktu itu  masih SMU mendadak jadi dewasa karena harus mondar-mandir merawat Papa.

Kami sekeluarga sahur dan berbuka puasa bersama di rumah sakit. Salat pun di kamar Papa dirawat, karena beliau ingin agar kami selalu dalam jarak pandangnya. Walaupun Papa sudah tidak bisa puasa, tapi ia sangat menunggu waktu berbuka ini. Setiap hari ada saja camilan yang ingin ia makan, walaupun tidak pernah habis dimakan.

Sebenarnya tidak banyak aktivitas yang bisa kami lakukan bersama Papa, karena kondisinya sudah sangat lemah. Bahkan untuk berbicara pun, Papa seperti harus berteriak agar suaranya bisa terdengar oleh kami. Sesekali ia minta ditemani nonton siaran bola di televisi. Biasanya suamiku dan adikku Andre yang menemaninya. Lalu ke udian, ia rebahan lagi. Sepertinya untuk duduk agak lama pun, Papa sudah tidak kuat.

Finally, di hari ke limabelas Ramadan 2008 Papa menemui takdirnya. Berbarengan dengan azan Subuh, Papa menghembuskan napas terakhirnya. Ini adalah Ramadan terakhir kami bersama Papa, Ramadan yang paling berkesan sepanjang hidupku. Padahal Papa masih terlihat cukup sehat di Ramadan sebelumnya. Siapa sangka, tahun 2008 adalah Ramadan terakhir Papa. 

Ini adalah peringatan bagi kita untuk tidàk menyia-nyiakan bulan Ramadan.InsyaAllah,kami akan selalu mengingat ajaran Papa untuk menegakan salat dan menjadikan Al-qur'an sebagai tuntunan hidup. Alfatiha untuk Papa, yang telah mengajarkan banyak hal hingga aku bisa seperti ini. 


Senin, 20 Mei 2019

5 Aktivitas Ngabuburit Asyik yang Bisa dijadikan Pilihan

Setelah menahan lapar dan dahaga sejak Imsyak, maka waktu yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam yang berpuasa adalah waktu berbuka puasa. Menjelang waktu berbuka puasa, jalanan mendadak menjadi sangat ramai. Ada yang berjalan-jalan keliling kota, berburu kuliner untuk berbuka, olahraga ringan di taman kota, ataubahkan bercengkaram dengan temanatau keluarga. 

Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu sambil menunggu waktu berbuka puasa ini. Berikut adalah beberapa aktivitas yang bisa dijadikan kegiatan ngabuburit asyik di Ramadan tahun ini, yaitu:

1.  Tadarus
Kegiatan ini bisa dilakukan di rumah bersama keluarga, atau di masjid bersama teman-teman pengajian. Masjid biasanya memiliki kelompok pengajian ibu-ibu, kelompok pengajian bapak-bapak, kelompok pengajian remaja, dan kelompok pengajian anak-anak. Melakukan tadarus bersama dengan kelompok pengajian ini sangat disarankan, karena kita akan lebih bersemangat jika tadarus bersama kelompok. Sehingga kegiatan tadurus bisa dijadikan sebagai kegiatan ngabuburit asyik. 

2.  Mendongeng
Masjid yang mempunyai TPA sering sekali mengadakan kegiatan mendongeng di bulan Ramadan. Dengan mengusung cerita tentang sejarah nabi dan rosul, anak-anak dikenalkan dengan sejarah Islam. Melalui dongeng diharapkan anak-anak bisa belajar tentang Islam dengan menyenangkan, sehingga kegiatan ini bisa menjadi ngabuburit asyik bagi mereka. 

3.  Memasak
Ini merupakan kegiatan ngabuburit yang sering dilakukan ibu-ibu di rumah. Sambil menunggu waktu berbuka puasa, ada saja kegiatan yang mereka lakukan di dapur. Apalagi untuk ibu yang hobi memasak. Sekadar menyicil kerjaan untuk sahur atau bahkan untuk besoknya lagi. Memeriksa stok camilan anak-anak, kudapan kesukaan suami, atau bahkan memeriksa stok bawang goreng. Jika Anda suka memasak, maka ini akan menjadi kegiatan ngabubrit asyik tentunya. 

Stok cemilan anak-anak


4. Merajut
Kegiatan yang terkenal di kalangan lansia ini, sebenarnya sangat menyenangkan. Bermain dengan benang, dan menjalinnya hingga membentuk suatu objek tentu bukan perkara mudah. Selain berfungsi untuk melatih konsentrasi, merajut juga dapat melatih motorik, dan membuat efek tenang. Apalagi jika hasil rajutan bisa dijual dengan harga lumayan tinggi. Walaupun tidak berniat menjualnya, Anda bisa memberikan rajutan sebagai kado atau bingkisan pada teman dan saudara. 

Peci rajut

5. Wisata Religi
Bulan Ramadan sering dijadikan moment untuk berwisata religi. Ada yang melakukannya berkelompok, ada juga yang melakukan sendiri. Mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti masjid, dan berziarah ke makam para kiyai.  

Masih banyak aktivitas ngabuburit asyik lainnya yang bisa dilakukan. Tergantung dengan hobi dan waktu luang Anda. Apakah pilihan ngaburut asyik Anda ada di atas? Atau Anda mempunyai aktivitas ngabuburit asyik lainnya. 

#12DaysBlogChallengeIndscript

Sabtu, 18 Mei 2019

Siomay Ayam Saos Skippy

Lima tahun terakhir ini kami menjalankan puasa Ramadan tidak ubahnya seperti hari biasa. Dalam artian untuk urusan menu tidak ada yang berlebihan. Karena porsi makan yang menjadi lebih sedikit dibanding hari biasa, plus waktu makan yang menjadi lebih pendek. Daddy juga mewanti-wanti agar jangan sampai ada makanan berlebih dan terbuang percuma. 

Bun juga masak seperti biasa. Masak nasi, sayur sop yang ada daging ayamnya, sambal, dan tempe atau tahu goreng. Kalaupun ada makanan khas bulan Ramadan seperti kolak pisang atau bubur, belinya hanya seporsi untuk dimakan berempat hihi..Entahlah, ini hemat atau pelit, ya. Yang pasti seporsi itu cukup untuk kami. Selanjutnya Daddy, Dani, dan Dika lebih memilih makan nasi seperti biasa. 

Tampilan siomay saos Skippy setelah jadi

Nah, sore ini Dani dan Dika lagi pengen makan siomay. Ini merupakan cemilan favorite mereka. Maklum, sejak Bun bakulan dimsum, hampir setiap hari mereka makan dimsum. Kalo lagi bosan pakai saos sambal, mereka minta dibikinin saos kacang, biar kayak siomay. 

Bahan-bahannya:
250 gr ayam giling
3 bawang putih
1 sdt lada
1 sdt kaldu bubuk
1/2 sdt garam
1/2 sdt gula
1 sdm minyak wijen
1 tangkai daun bawang
2 sdm air es
1 telur
50 gr sagu
10 gr terigu
Wortel diparut untuk taburan
Kulit pangsit
Tahu
Kol (kebetulan di kulkas ada sawi, jadi saya pakai sawi)



Saosnya:
1 bawang putih dihaluskan
2 cabe merah keriting dihaluskan
1 sdm air jeruk nipis
2 sdm SKIPPY
50 ml air hangat

Cara membuat:
1. Campur ayam giling dan semua bahan dimsum, aduk rata dan diamkan dalam lemari es selama 15 menit.


2. Ambil selembar kulit pangsit, basahi dengan air, beri 1 sdm adonan, bentuk menyerupai mangkok dengan tangan.

Tampilan dimsum siomay bakulan Bun

3. Ambil sepotong tahu, kerat bagian sampingnya, lalu isi dengan 1 sdm adonan. Biarkan adonan menempel pada bagian luar tahu.
4. Ambil selembar daun sawi, beri 1sdm adonan lalu gulung sesuai selera.
5. Kukus semuanya selama kurang lebih 15 menit. 
6. Campur bahan saos, tambahkan air hangat dan aduk rata.


7. Siapkan siomay di piring, siram dengan saos. Tambahkan kecap manis dan saos sambal di atasnya.
8. Siap disajikan sebagai menu buka puasa untuk Dani dan Dika. 

 Mengapa memilih SKIPPY?
1. Rasa kacang dominan
Dibuat dari kacang pilihan sehingga rasa kacangnya sangat dominan. Sehingga cocok dijadikan alternatif saos untuk siomay, bahkan pecel.

2. Tekstur halus
Cocok untuk Dani yang ada sedikit gangguan di alat pencernaannya. Dani cenderung susah menelan makanan yang masih agak kasar. 

3. Mudah didapat.
Di minimarket sejuta umat,  Skippy tersedia.

Apalagi bulan puasa seperti ini. Jangan lupa stok Skippy di rumah ya, Maks.

Yuk, Belajar Menahan Diri Saat Ramadan

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah, yang seharusnya dimanfaatkan dengan beribadah. Mendekatkan diri pada Allah, menjalankan perintahNya serta menjauhi laranganNya. Akan tetapi, yang namanya manusia selalu diliputi oleh hawa napsu dan keinginan duniawi.
Mari kita belajar untuk menahan diri dari hal-hal berikut ini, yaitu:
1. Makan Berlebih
Setelah seharian menahan lapar dan haus, sering kali kita merasa harus "membalas" dengan makan dan minum sepuasnya saat berbuka puasa. Semua makanan dimakan, minuman dihabiskan, sampai ketika mau berdiri baru sadar kalo makannya udah over. Boro-boro mau salat, bangkit dari tempat duduk aja, susah.

Nah, sekarang cobalah menahan diri dari godaan makanan dan minuman tersebut. Berbukalah dengan segelas air putih, dan 3 biji kurma. Jika tidak suka kurma bisa diganti dengan buah yang lain. Seandainya pun pengen makan gorengan, cukup 1-2 aja. Kemudian laksanakan salat magrib terlebih dahulu, baru kemudian melanjutkan makan malam.

2. Belanja
Setiap hari email penawaran untuk belanja online banyak masuk diinbox email. Belum lagi mall dan supermarket lainnya. Semua berlomba-lomba memberikan diskon dan promo untuk memikat pembeli. Ini yang membuat kita sering kalap, lalu main ambil saja. Setelah di rumah, baru nyadar bahwa barang tersebut tidak betul-betul diperlukan. Sayang banget, kan. Lebih baik jika belanja tersebut adalah barang-barang yang bermanfaat bagi orang lain. Misalnya barang keperluan anak yatim, atau sembako untuk fakir miskin. Orang yang dikasih akan merasa senang, kita yang ngasih juga akan turut merasakan kebahagian mereka.

3. Ngegosip
Kegiatan unfaedah yang satu ini sangat identik dengan perempuan. Mulai dari Ibu-ibu, calon ibu, bahkan remaja perempuan. Di perpustakaan aja, Bun sering banget mendengar anak-anak remaja ini ngegosip. Ngomongin si A begini, si B begini, dan si C begini. Mungkin mereka sering melihat seniornya alias orang tua juga sering melakukan hal yang sama. Padahal ngegosip atau bergunjing ini jelas dilarang dalam Al-qur'an.

Seperti yang disebutkan dalam surah Al-Humazah Ayat 1

 وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ

wailul likulli humazatil lumazah
Yang artinya: Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela (http://muslimapp.id/)

Bahkan Allah menjanjikan hukuman yang berat bagi para pengumpat tersebut, seperti yang dituangkandalamsurah AL-HUMAZAh Ayat 4

كَلَّا ۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِ

kallaa layumbażanna fil-ḥuthamah

Yang artinya: Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (Neraka) Hutamah (http://muslimapp.id/)

Oleh karena itu, hindarilah perbuatan-perbuatan yang merugikan tersebut. Yang hanya terdapat mudhorat-nya saja. Masih banyak hal-hal lain yanglebih bermanfaat yang bisa dilakukan. Kembali pada diri kita masing-masing. Bisakah menahan diri di bulan Ramadan ini? Menahan diri dari perbuatan yang unfaedah? Mari kita berbenah diri, belajar menahan diri saat Ramadan ini, agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Bukankah hari esok harus lebih baik dari hari ini?

Jumat, 17 Mei 2019

Tradisi Jalan-jalan di Bulan Puasa yang Kami Sebut Mudik

Bulan puasa biasanya badan jadi mager ya, guys. Alias malas gerak hehehe... Pengennya rebahan terus, sambil ngadem di kamar dan baca buku. Dann, sejujurnya Bun tergolong Emak rumahan banget. So, kalo nggak ada aktivitas ke luar, bakalan betah seharian di rumah. Akan tetapi, sebagai seorang sopir keluarga, Bun nggak mungkin stay at home all the rest of the day. 

Hujan deras tetap jalan


Mulai dari pagi hari saat fajar menyingsing hingga ba'da Magrib, sudah ada jadwal yang mengharuskan Bun keluar rumah. Mulai dari antar-jemput anak sekolah, antar-jemput Daddy kalo pas lagi di Sekayu, antar Mama atau mertua. Pokoknya, full seharian. Kalo malam, baru tuh badan berasa kayak habis digebukin hehhe.. Tapi, nggak apa-lah, kapan lagi jadi anak yang berbakti pada orang tua..uhukk

Lumayan aktif, yaa? Hahaha, Emak zaman now. Dengan aktivitas keluar yang padat begitu, membuat Bun termasuk orang yang suka jalan-jalan alias travelling. Akan tetapi, Bun nggak pernah merencanakan jalan-jalan di bukan puasa selain untuk mudik. Yup, mudik menjadi aktivitas jalan-jalan di bulan puasa yang rutin kami lakukan selama sepuluh tahun terakhir. 

Sewaktu masih tinggal di Jakarta dan Tangerang, acara mudik kami cukup simpel. Kalo nggak naik pesawat, kami menggunakan mobil via darat. Sejak Bun dianggap Daddy mampu nyetir jarak jauh, kami mudik selalu menggunakan mobil. Ya, lumayanlah. Ada sopir cadangan di jalan. Setiap tiga jam, Bun dan Daddy bergantian menjadi sopir. 

Istirahat di SPBU

Sehingga perjalanan kami termasuk cepat. Biasanya istirahat hanya untuk salat atau ke kamar mandi. Nah, waktu istirahat tersebut selalu dimanfaatkan juga untuk makan berat. Akan tetapi, kalo menyetir jarak jauh sebaiknya jangan makan terlalu kenyang, karena akan menyebabkan mata cepat mengantuk. Setidaknya itu yang terjadi pada Bun, kalo terlalu banyak makan di jalan. Jadi, nggak masalah kalo nyetir saat bulan puasa. Hayoo ajaa.. 

Pengalaman yang paling seru adalah mudik dari Kepulauan Sula, Maluku Utara ke Sekayu, Sumatera Selatan. Sebuah perjalanan yang lamaa dan panjang, guys. Serunyà lagi, terdapat perbedaan waktu dua jam dari Maluku Utara yang menggunakan Waktu Indonesia Timur, dengan Palembang yang menggunakan Waktu Indonesia Barat.

Kami memulai perjalanan dari Pelabuhan Sanana, Kepulauan Sula, Maluku Utara dengan kapal laut pada sore hari. Untungnya, Daddy dapat kamar jadi kami sekeluarga bisa istirahat dengan nyaman di kapal. Setelah mengarungi laut Maluku selama empatbelas jam, kami pun bersandar di Pelabuhan Ambon keesokan paginya. Untuk melepas lelah, kami beristirahat di rumah teman Daddy, baru kemudian melanjutkan penerbangan ke Jakarta selama 3,5 jam sore harinya. 

Suasana Laut di Sanana


Oleh karena ada kendala di pesawatnya, penerbangan kami delay hingga jam 20.00 WIT. Sehingga nyampe Cengkareng udah hampir jam 22.00 WIB, karena waktu Jakarta dua jam lebih lambat dari Ambon. Rasanya gimana gituu, perasaan udah ngelewati jam 22.00 eh, kok nyampe masih jam 22.00 juga. Untung, penerbangannya malam, yaa. Kalo siang, pasti anak-anak merengek karena puasanya jadi lebih panjang. Kami pun istirahat di mess kantor di Pondok Indah, baru kemudian melanjutkan penerbangan ke Palembang keesokan harinya selam limapuluh menit, dan lanjut ke Sekayu dengan mobil selama tiga jam. 

Sudah ada kakak ipar yang menjemput di bandara, sehingga anak-anak merasa nyaman karena langsung masuk mobil dan tidur hehehe.. Sebenarnya perjalanannya tidak terlalu melelahkan, tapi entah mengapa rasanya mengantuk sekali. 

Padahal, Daddy sengaja memilih penerbangan malam biar adem dan kami bisa tidur. Paling Dika yang agak rewel saat dibangunkan untuk makan. Kalo Dani mah, malah minta tambah sama pramugari-nya. Ada-ada saja hahaha.. Cukup seru acara jalan-jalan di bulan puasa yang kami lakukan. Kedatangan kami selalu ditunggu oleh keluarga besar, khususnya orang tua dan saudara yang ingin melihat pertumbuhan Dani dan Dika. Love you all..

#12DaysChallengeIndscript

Kamis, 16 Mei 2019

Berkah Ramadhan yang Hadir Saat Kondisi Terpuruk

Ramadhan 1440 Hijriah ini merupakan Ramadhan kedua kami di Sekayu, Sumatera Selatan. Setelah sebelumnya menghabiskan Ramadhan demi Ramadhan di tanah rantau, akhirnya Daddy memutuskan untuk pulang kampung, again

Sebagai seorang isteri, tentu saja Bun harus mengikuti rencana Daddy. Toh, kami berasal dari kampung yang sama. Sehingga orang tua dan keluarga kami pun ada di kampung yang sama. Merupakan berkah Ramadhan bisa berkumpul bersama seluruh keluarga besar tahun ini. 

Masalahnya, kami belum mempunyai pekerjaan di Sekayu, selain mengurus kebun dan kolam ikan milik keluarga besar Daddy. Awalnya, kami masih cukup tenang mengandalkan tabungan yang diperoleh di tanah rantau. Namun, lama kelamaan tabungan ini pun mulai menipis dan akhirnya menjadi habis. Sedangkan kebun dan kolam ikan belum menghasilkan secara signifikan. Sementara hanya cukup untuk makan sehari-hari. 

Hasil panen rambutan


Kegelisahan Bun sedikit terobati menjelang Ramadhan ini. Pertama, karena ikan gurame yang kami besarkan sudah siap panen. Kedua, Daddy berencana membuat warung di depan kebun untuk memudahkan menjual hasil kebun dan kolam ikan.

Proses pembangunan warung

Sebagai Emak yang hobi jualan, Bun udah membuat draft rencana jualan untuk bulan puasa. Minuman jelly rasa buah, dimsum dan pempek, serta beberapa macam sayur matang. 

Dimsum jualan Bun

Perkiraan kami, sebelum masuk Ramadhan, warung ini udah jadi. Entah mengapa, ada saja halangan yang membuat pengerjaan warung tersendat. Target Bun untuk mulai jualan di hari pertama Ramadhan pun, gagal. 

Apa yang salah dengan rencana kami? Dalam sujud panjang, Bun memohon ampun pada Allah Swt. Selama ini terlalu fokus pada persiapan untuk jualan, tapi lalai terhadap ibadah yang diharuskan pada bulan Ramadhan. 

Bukannya membuat target untuk khatam Al-qur'an, melainkan membuat target untuk jualan. Tidak ada niat untuk menambah hapalan surah, malah Bun asyik browsing resep kekinian yang mempunyai nilai jual saat Ramadhan. 

Alhamdulillah, Bun masih diberi hidayah untuk menyadari kekeliruan ini. Masih sempat mengucap istifar setiap waktu luang, dan meneruskan bacaan Qur'an yang sempat terhenti. Memasukki 10 Ramadhan, tiba-tiba ada pesan masuk di aplikasi WhatsApp. Ternyata ada teman yang memesan dimsum, dan disusul dengan pesanan-pesanan lain yang masuk satu persatu, silih berganti, setiap hari. Masya Allah, ketika tidak memikirkan tentang jualan, justru ada orderan yang masuk. Sungguh jika Allah yang berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin. 

Seperti yang tertera dalam Surah Yasin ayat 82

إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

innamaaa amruhuuu iżaaa araada syai`an ay yaquula lahuu kun fa yakuun

Yang artinya: Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.

Alhamdulillah, berkah Ramadhan tahun ini membuat Bun makin sering membuka Al-qur'an. Tidak hanya membaca ayat demi ayat-nya saja, melainkan juga membaca artinya. Dani dan Dika juga ternyata sangat menyukai aktivitas ini. Membaca terjemahan ayat-ayat Al-qur'an bagi mereka seperti membaca cerita atau dongeng yang menceritakan sejarah Islam, beserta Nabi dan Rosulnya. Pertanyaan mereka pun lumayan kritis, apalagi Dani yang sempat mondok di pesantren. Sebuah berkah Ramadhan yang sangat manis kami rasakan tahun ini. 

#12DaysBlogChallengeIndscript

Selasa, 14 Mei 2019

Lebaran Hemat dengan Promo Belanja Online

Promo dari Tokopedia

Minggu pertama Ramadhan, pasar dan mall udah mulai rame. Mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa bahkan manula pun udah mulai berduyun-duyun ke mall. Buat apalagi kalo bukan buat belanja. Masa iya sih, nenek-nenek mau main di timezone hehe.

Eforia lebaran udah mulai terasa banget. Seperti saat kami tinggal di BSD, Tangerang Selatan. Namun, sejak kami sering diajak Daddy pindah-pindah, kami jadi jarang masuk mall. Untunglah, sekarang jarak semakin dekat dengan kemajuan teknologi. So, walaupun kami tinggal nun jauh di Kepulauan Maluku atau di pelosok Sumatera, kami tetap bisa berbelanja barang-barang dari Jakarta. 

Tentu saja dengan memanfaatkan marketplace yang selalu update produknya. Seperti sekarang ini, hampir setiap hari ada email penawaran dari berbagai marketplace tersebut. Mulai dari Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Shoppe, MatahariMall, Lazada, dan lain sebagainya.

Promo dari Blibli


Promonya pun sangat beragam. Mulai dari diskon untuk pembelanjaan dengan nominal tertentu, diskon spesial untuk hari tertentu, atau bahkan promo free ongkir. Nah, saya sangat tertarik dengan promo free ongkir ini. Maklum, ongkir dari Jakarta ke Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan sekitar 33 ribu perkilo-nya. Apalagi waktu kami tinggal di Kepulauan Sula, Maluku Utara yang ongkirnya mencapai 70 ribu perkilo-nya. Lumayan banget hematnya, bukan? 

Berikut ini adalah promo belanja online pada beberapa marketplace yang rajin mampir ke email saya.
1. MatahariMall
 Saya paling suka belanja di MatahariMall, yang rajin ngasih diskon hingga 50%. Khususnya untuk produk fashion anak-anak. Celana jeans dan kaos merk Nevada yang biasanya saya beli untuk anak-anak dan ponakan sangat recomended, pokoknya.

Belanjaan saya tahun lalu :D

2. Tokopedia 
Satu yang lqgi hits dari Tokopedia adalah THR Tokopedia. Kupon THR yang hqnya bisa digunakan tanggal 17 Mei 2019 ini, cukup membuat para Emak heboh. Maklum, nominal yang ditawarkan mencapai 2 juta rupiah.

Saya udah berencana membeli aneka botol kemasan nantinya. Menjelang lebaran begini, aneka macam kemasan laku keras. Saya yang lagi merintis bisnis kuliner kemasan, selalu membeli dari Tokopedia. Mumpung diskonnya lumayan hehehe...

THR dari Tokopedia

3. Lazada
Nah, kalo untuk keperluan rumah tangga, saya sangat mengandalkan Lazada. Diskonnya mantap banget untuk produk tersebut. Saya pernah beli happycall, box untuk menyimpan makanan, dan lingerie hihihi.. Lazada sering mengadakan flash sale di waktu-waktu tertentu. So, pantengin terus aplikasinya agar tidak ketinggalan. 


Cara Menggunakan Voucher
Cek email penawaran terlebih dahulu, untuk menentukan produk dan marketplace mana yang mau diincar. Pelajari dengan teliti diskon dan promonya. Setelah yakin dengan pilihan kita, selanjutnya klik link marketplace dari email penawaran. Setelah terhubung dengan produk yang diinginkan, masukkan ke dalam keranjang belanja.

Pastikan alamat pengiriman dengan benar, lalu jangan lupa masukkan kode voucher yang tertera pada email penawaran. Nanti jumlah pembayaran akan berkurang otomatis, sesuai dengan potongan yang tertera di voucher. Jangan lupa transfer sesuai dengan nilai yang diminta. Jangan dilebihkan atau dikurangi. Ntar bikin ribet konfirmasinya. 

Selanjutnya, tinggal tunggu barang pesanan kita datang sambil merajut atau nonton drakor. Nggak perlu desak-desakan di mall. Asyikk, kan? Nah, selamat berburu promo belanja online ya, guys.

#30HariKebaikanBPN

Bosan Menginap di Hotel, Saatnya Mencoba Apartemen

Sebentar lagi musim liburan, nih. Udah punya rencana mau liburan ke mana tahun ini? Menentukan tempat liburan tidak hanya destinasi wisata...