Kamis, 22 November 2018

Jalan Santai sebagai Ajang Silahturahmi Keluarga Besar Madrasah Ibtidaiyah Istiqomah Sekayu

Si Adek dan teman-teman saat memegang spanduk Jalan Santai

Dalam rangka memeriahkan maulid Nabi Muhammad SAW, Yayasan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Istiqomah Sekayu mengadakan kegiatan Jalan Santai pada Selasa, 20 November 2018. Acara Jalan Santai ini diikuti seluruh murid Madrasah Ibtidaiyah Istiqomah, dewan guru, orang tua/wali murid, dan alumni.

Persiapan Pelepasan Peserta Jalan Santai

Si adek sebagai salah seorang murid di Madrasah Ibtidaiyah Istiqomah Sekayu tidak ketinggalan ikut serta dalam Jalan Sehat ini. Enggak peduli bundanya lagi flu plus deman, pokoknya harus ikut menemani Jalan Sehat pertamanya ini.

Pembacaan doa oleh Wakil Kepala Sekolah Helmi Bakar

Acara dibuka dengan pembacaan sholawat bersama-sama, dilanjutkan dengan sambutan oleh wakil kepala sekolah, Helmi Bakar. Dalam sambutannya, Helmi Bakar mengharapkan agar kegiatan Jalan Santai ini dapat memperkuat silahturahim antar murid, guru, alumni, dan para orang tua/wali murid Madrasah Ibtidaiyah Istiqomah Sekayu.


Suasana Jalan Santai

Acara dimulai agak molor dari jadwal karena ada kesalahan teknis sedikit. Pasukan pengawal dari kepolisian yang harusnya mengawal kegiatan Jalan Santai ini tak kunjung datang, padahal jam sudah menunjukkan pukul 06.30 lewat.

Suasana Jalan Santai 

Akhirnya kegiatan Jalan Santai ini tetap dilanjutkan walaupun tanpa pengawalan dari kepolisian. Rombongan Jalan Santai dilepas oleh Rosmala Tika didampingi Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Istiqomah, Alamsyah, SH. Mengambil rute dari Madrasah Ibtidaiyah Istiqomah melewati Jalan Merdeka, berbelok ke Jalan Hanafiah, Jalan Kol. Wahid Udin, Jalan Perjuangan, dan kembali ke Jalan Merdeka (Madrasah Ibtidaiyah Istiqomah Sekayu).

Suasana Jalan Santai

Memang agak sedikit repot mengatur anak-anak agar bisa tertib di satu lajur jalan. Untungnya para guru dan orang tua murid bekerja sama mengawal barisan anak-anak. Antusias anak-anak terlihat saat mereka bukannya berjalan dengan santai, tapi lebih mirip berlari agar cepat sampai ke finish. Para orang tua sampe ngos-ngosan mengejarnya.

Grup Angklung Arjuna Sriwijaya Palembang

Acara silaturahmi ini juga dimeriahkan oleh alunan angklung Arjuna Sriwijaya dari Palembang. Salah seorang alumni Madrasah Ibtidaiyah Istiqomah Sekayu juga didaulat ke panggung untuk silahturahmi dengan adik-adik kelasnya. 

Kak Dika saat memberikan wejangan pada adik-adik kelasnya

Ia adalah Kak Dika yang berhasil menjadi pasukan Paskibraka Nasional mewakili Provinsi Sumatera Selatan tahun 2018. Kak Dika berpesan pada adik-adik kelasnya untuk rajin belajar, patuh pada orang tua dan guru, kurangin main gadget, dan selalu berdoa pada Allah Swt agar dimudahkan meraih cita-citanya. 

Peserta yang beruntung mendapatkan doorprize sepeda


Acara diakhiri dengan pembagian doorprize bagi peserta Jalan Sehat yang beruntung. Ada yang berhasil mendapatkan alat-alat tulis, payung, magic com, kipas angin, dispenser, bahkan sepeda. Overall, acara ini berjalan lancar walaupun ada kekurangan di sana-sini. Semoga tahun depan kegiatan seperti ini diadakan lagi dengan lebih baik. Aamiin

Minggu, 11 November 2018

Tak Ada yang Tak Mungkin #BuatKamu

Menyandang predikat sebagai sarjana yang diam di rumah saja itu berat, Mak. Jangankan orang luar yang jarang ketemu, keluarga dekat pun sering kali mengomenteri dengan kata-kata yang cukup bisa membuat telinga panas. Di awal-awal dulu, saya sering kali merasa baper. Merasa tersudut, nggak berguna, lalu menangis di keheningan malam saat semua anggota keluarga tidur. Lebay banget, yaa. :D



Kebersamaan kami saat Dani harus dirawat di RSCM


Alhamdulillah, masa-masa itu udah lewat. InsyaAllah, sekarang saya lebih kuat lahir dan batin. Kok bisa? Tentu saja, karena saya punya seseorang yang bersedia mmbimbing di balik layar. Beliau tak lain adalah mantan pacar yang saya kenal hanya 3 hari sebelum keluar kata-kata pinangan dari mulutnya. Laki-laki yang sangat berani mengambil resiko dengan menjadikan saya sebagai isterinya. Beliau menerima saya dengan segala kekurangannya dan menghargai minat dan bakat yang saya punya.



Santai Itu Adalah Ketika Bisa Membaca Buku dengan Tenang

Yup, beliau yang meminta agar saya stay at home untuk merawat anak-anak kami, ternyata memberi kebebasan saya untuk berkreasi dari rumah. Mulai dari belajar menulis secara online, hingga berjualan secara online juga. Aktivitas yang menyenangkan karena anak-anak masih tetap dalam pengawasan, dan saya merasa berdaya guna. Inilah poinnya. Merasa berdaya dan bermanfaat bagi orang lain adalah sangat penting, jauh melebihi nilai materi yang didapat.






Menjadi Mentor  adalah Salah Satu Aktivitas Sekarang

Suami yang pekerjaannya banyak di luar kota, membuat saya harus mandiri mengurus rumah dan anak-anak. Termasuk urusan membayar tagihan listrik, air, BPJS, dan telepon. Belum lagi urusan antar-jemput anak sekolah. Kedua anak kami memiliki jam sekolah yang tidak sama, sehingga setengah hari waktu saya habis di jalan. Mondar-mandir jemput anak. Untunglah, sekarang ada aplikasi TCASH yang memudahkan urusan pembayaran tagihan ini. Bayar tagihan apapun cukup #PakeTCASH.


Aplikasi TCASH Wallet yang ada di tab 

Apa sih, TCASH?
TCASH adalah sebuah layanan uang elektronik yang dipersembahkan oleh Telkomsel, namun layanan ini tidak hanya untuk pelanggan Telkomsel saja. Pelanggan operator lain pun bisa menggunakan layanan dari TCASH, dann.. TCASH ini udah mengantongi izin dari Bank Indonesia sebagai penyedia jasa uang elektronik. So, aman untuk dipakai ya, Maks

Layanan TCASH
TCASH yang diluncurkan pertama kali pada tahun 2007 ini, awalnya kurang mendapat respon dari masyarakat. Masyarakat masih belum antusias menggunakan teknologi financial. Baru di tahun 2015, respon masyarakat membaik saat TCASH diluncurkan ulang sebagai inovasi pembayaran yang disebut TCASH TAP. Dengan teknologi ini, masyarakat bisa bertransaksi non-tunai di merchant TCASH. Caranya cukup dengan TAP stiker TCASH yang ada di ponsel. Stiker ini bisa didapatkan di GraPari terdekat setelah Emak melakukan pendaftaran terlebih dahulu. 

Oleh karena kami tinggal di pelosok Maluku Utara yang nggak ada GraPari Telkomsel, maka saya mengunduh aplikasi TCASH Wallet untuk menggunakan TCASH. Begitu juga untuk pelanggan non Telkomsel. Jika ingin menggunakan TCASH cukup mengunduh aplikasi TCASH Wallet. Emak bisa cari di play store, kok. Lalu, download dan ikuti petunjuk cara (pakai, isi, beli, bayar) TCASH.



Cara Pakai TCASH

Selain untuk membayar tagihan, belanja di merchant TCASH, layanan paripurna yang saya gunakan adalah pembelian pulsa dan paket data. Seperti sore tadi, suami yang sedang berada jauh di pelosok Maluku sana kesulitan untuk melakukan pengisian pulsa dan paket data. Untunglah, #PakeTCASH nggak ada yang nggak mungkin #BuatKamu. 

Yuk, Ikut Serta Menjaga Cagar Budaya Indonesia Agar Tidak Musnah

Sekitar pertengahan 2018 yang lalu, saya dapàt tawaran menulis buku yang berjudul "Aku dan Cagar Budaya" bersama dengan 29 penul...