Minggu, 13 Mei 2018

Mengenal Sosok Anna Diana dibalik Kesuksesan Distributor Tupperware BSD

Mumpung lagi ada di Jakarta, Bun menyempatkan diri untuk mampir ke Tupperware BSD. Dengan diantar oleh grab, saya tiba di Distributor Tupperware BSD jam 10.00 wib. Tumben, suasana kantor sepi. Biasanya Sabtu adalah saat yang super ramai, karena ada jadwal assembly.


"Sekarang assembly-nya diadakan hari Jumat, Mbak" Jelas Lydia, salah satu staf Nurama. 

Mmm... Tupperware adalah salah satu dari 5 bisnis MLM yang sempat saya ikuti. Dari kelimanya, hanya Tupperware yang bertahan hingga 4 tahun dan sempat mengantar saya menjadi Executive Manager atau yang biasa disebut EMPC. Keberhasilan ini salah satunya berkat bimbingan seorang Anna Diana, selaku Distributor Tupperware BSD. Sosok Anna Diana adalah merupakan sosok perempuan yang ulet dan gigih. Berangkat dari keinginannya untuk memiliki penghasilan sendiri, ia bergabung bersama Tupperware. Demikian yang dikatakannya saat sharing pada new consultant. 

"Bu Anna sedang memberikan training di lantai 2, naik aja, Mbak" Lanjut Lydia.
Setelah mempertimbangkan usulnya beberapa saat, akhirnya saya naik ke lantai 2. Saya sendiri mengenal Tupperware saat ada party di TK Dani sekitar awal 2012. Ini adalah perkenalan awal dengan Bu Anna. Awalnya saya hanya sebagai sales force biasa, lalu perlahan tapi pasti menapak jenjang karier mulai dari Team Captain, Manager hingga Manager EMPC. Saya sempat merasakan uang bonus bulanan yang ditransfer Tupperware setiap bulannya. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan Bu Anna adalah dengan mendampingi saya dan sales force lainnya saat mengadakan dating dan party. 


Saat saya dan Bu Anna party di MacDonald Pamulang


Yup, keunikan dari Tupperware adalah produknya ditawarkan melalui demo produk yang disebut party. Namun, sebelum mengadakan party, sales force harus terlebih mencari dating. Keren ya, istilahnya. Dating dan party. Produk perlengkapan rumah tangga asal Orlando USA ini berdiri tahun 1942. Mulai masuk di Indonesia sejak Juli 1991 berpusat di SQ. Square Jl. TB Simatupang. Penciptanya adalah Mr. Earl Tupper, sedangkan penemu atau pelopor sistem penjualan melalui party Tupperware adalah  Mrs. Bronie Wise.

Bu Anna nampak sedikit kaget ngeliat saya ada di depan pintu ruangannya. Maklum, 2 tahun terakhir saya sudah tidak tinggal di BSD lagi. Kami sempat menghabiskan setahun di Sekayu dan ini masuk tahun kedua di Maluku Utara. 


 Bu Anna memberikan training pada new consulant


Perjalanan karier Bu Anna Diana di Tupperware membawanya menjadi seorang Distributor Tupperware untuk wilayah Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan. Distributor yang diberi nama Nurama Sejahtera ini berdiri pada Februari tahun 2012. Awalnya hanya menempati satu ruko 3 lantai di Ruko Tol Boulevard BSD. Seiring waktu, sekarang Nurama Sejahtera telah menempati 2 ruko masing-masing memiliki 3 lantai. 

Sebagai seorang Distributor, Anna Diana membawahi puluhan manager dan sales force, termasuk saya, yang menjadi ujung tombak bisnis Tupperware. Para manager dan sales force ini mendapatkan bimbingan dan pendampingan tak terbatas dari Bu Anna. Semua sales force memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan penghasilan di Tupperware sesuai jenjang kariernya. Walaupun sempat mendapatkan rezeki berupa kanker payudara stadium 2 pada tahun 2016, Anna Diana tetap menjalani hidupnya dengan positif, tetap semangat memberikan training pada para sales force di tengah pengobatan dan kemoterapi yang dijalaninya. Seperti yang terlihat pada Sabtu pagi, 12 Mei 2018 saat saya mengunjunginya. Beliau kelihatan sehat dan tetap semangat memberikan training pada new consultant. Semangat dan kerja kerasnya terlihat dari kemajuan Nurama Sejahtera sebagai Distributor Tupperware di BSD. 


Kondisi Bu Anna sekarang

Sekarang saya memang sudah off dari Tupperware karena pekerjaan suami yang sering berpindah tempat. 


Saya, Bu Anna dan teman-teman manager BSD

Namun, hati saya tetap terpaut di Nurama Sejahtera sebagai tempat menimba ilmu dan pengalaman hidup sebagai seorang wanita. Insya Allah, Tupperware mengajarkan bagaimana kita meningkatkan kualitas diri serta mengembangkan kemampuan diri. Maju terus Tupperware BSD.

Saya, Bu Anna dan teman-teman manager BSD

Selasa, 08 Mei 2018

Perjalanan Mengantar Dani ke Pesantren1

Nggak terasa Dani udah menyelesakan UNAS, artinya kami harus segera berangkat ke Jawa buat mendaftar ke pesantren. Keinginannya untuk masuk pesantren datang dari Dani sendiri. Tentu saja, ini merupakan berkah bagi Bun dan Daddy. Biasanya orang tua yang membujuk anak-anak mereka. Atau jangan-jangan Dani nggak tau kehidupan di pesantren itu seperti apa.


Namun, untuk berangkat sekarang masih ada dua ganjalan. Pertama, Dika belum selesai ulangan. Selain itu, jadwal Bun memberi ulangan pun belum tiba. Untungnya, Ibu Kepsek memberikan kemudahan agar Dika ulangan lebih dulu dan Bun juga dibolehkan mengadakan ulangan lebih cepat. Akhirnya selesai juga urusan di sekolah. Anak-anak kelas 4 dan 5 yang menjadi tanggungjawab Bun udah selesai semua ulangannya. Untung, Bun cuma pegang satu mata pelajaran. Terima kasih pada Ibu KepSek yang udah memberi izin Bun mengadakan ulangan duluan dari jadwal semestinya.


Hari ini KM. Permata Bunda merapat ke Pelabuhan Sanana sedikit terlambat dari biasanya. Daddy udah sempat uring-uringan, sebab kita udah pesan tiket pesawat besoknya. Butuh waktu semalaman kapal laut untuk nyampe Ambon.
Jam 10.00 WIT KM. Permata Bunda merapat di Pelabuhan Sanana. Pelayaran Sanana-Ambon ini jadwalnya hanya seminggu sekali. Oleh karena itu, penumpang kapal penuh. Untung saja Daddy, udah ngontak ABK kapal sehari sebelumnya untuk memesan kamar. Kalo nggak, bisa-bisa kita tidak kebagian kamar.



Setelah mengarungi laut Maluku selama 12 jam, kami pun sampai di pelabuhan Ambon jam 07.00 WIT. Lumayan mabok juga di dalam kapal semalaman. Bun berasa lantai yang dipijak bergoyang, walaupun kapal sudah sandar. Perjalanan kali ini berbeda karena bertepatan dengan ulangtahun Dani yang ke-12. Sampai di Ambon, kami dijemput temannya Om Basyir yaitu Om Freddy. Mereka berdua adalah Nyong Ambon asli. Om Basyir adalah teman Daddy yang juga tetangga kami di Sanana..
Selanjutnya kami ronda-ronda bersama mereka..


Bersambung, ya...😘

Bosan Menginap di Hotel, Saatnya Mencoba Apartemen

Sebentar lagi musim liburan, nih. Udah punya rencana mau liburan ke mana tahun ini? Menentukan tempat liburan tidak hanya destinasi wisata...